PADANG PARIAMAN,- BanuaMinang.co.id. –
Sejumlah keluhan terus disampaikan oleh masyarakat dan keluarga pasien terkait pelayanan serta kondisi fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Padang Pariaman. Meskipun status pengelolaan rumah sakit ini telah berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), berbagai masalah mendasar justru masih terabaikan, bahkan semakin terasa memberatkan bagi mereka yang datang berobat.
Keluarga pasien yang datang dari berbagai wilayah di Sumatera Barat, khususnya seluruh kecamatan di Padang Pariaman, menyampaikan rasa kecewanya terhadap kondisi yang ditemui di lokasi. Banyak warga yang terpaksa membawa kipas angin pribadi dari rumah karena sirkulasi udara di ruang perawatan terasa sangat panas dan tidak nyaman. Hal ini membuat suasana di lingkungan rumah sakit yang seharusnya menunjang pemulihan kesehatan justru menjadi tidak mendukung bagi pasien maupun orang yang menunggu.
Selain masalah suhu ruangan dan kenyamanan, isu kebersihan juga menjadi sorotan utama. Banyak titik di lingkungan rumah sakit yang dinilai kurang terawat lantai yang tidak segera dibersihkan, serta fasilitas sanitasi yang kurang layak digunakan. Kondisi ini tentu sangat dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, terlebih rumah sakit adalah tempat pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi contoh standar kebersihan tertinggi.
Kondisi infrastruktur yang rusak juga menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Meskipun telah berstatus BLUD yang seharusnya memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan untuk pemeliharaan fasilitas, ternyata masih ditemukan bagian loteng yang berlubang dan rusak di beberapa bangunan rumah sakit. Kerusakan ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pasien, pengunjung maupun petugas, terutama saat terjadi hujan deras yang dapat menyebabkan kebocoran ke dalam ruangan.
Satu lagi masalah yang paling mengganggu akses pelayanan adalah kondisi jalan di area dekat pintu Unit Gawat Darurat (UGD). Jalan yang biasa digunakan untuk menaikkan pasien ke ruang gawat darurat ini memiliki banyak lubang yang cukup dalam dan tidak rata. Akibatnya, proses pengangkutan pasien yang dalam kondisi kritis menggunakan tandu atau kursi roda menjadi terhambat dan sangat tidak nyaman. Getaran yang timbul saat melewati jalan berlubang itu bahkan dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien yang sedang dalam pengawasan darurat.
”Sangat menyedihkan. Kami datang berharap mendapat pertolongan dan kenyamanan, tapi malah harus berhadapan dengan fasilitas yang rusak begini. Kami terpaksa membawa kipas angin sendiri karena di ruangan terasa sangat panas dan pengap. Belum lagi jalan menuju UGD berlubang-lubang, sungguh menyiksa bagi pasien yang sakit parah,” ungkap salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Kesehatan serta pihak pengelola RSUD segera merespons keluhan ini dengan serius. Mereka meminta agar alokasi dana yang tersedia dengan status BLUD digunakan secara tepat dan transparan untuk memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur, meningkatkan standar kebersihan, serta melengkapi fasilitas kenyamanan demi mendukung pemulihan kesehatan pasien.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Direktur RSUD Padang Pariaman maupun pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat ini. AndalasNews akan terus memantau perkembangan dan meminta konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait langkah perbaikan yang akan diambil.(Armen Koto)
Sumber : AndalasNews.Com



