KITAB ORANG-ORANG YANG MERASA SAMPAI
(Fragmen Pertama: Mereka yang Berhenti di Tengah Jalan)
I. Jalan yang Disangka Ujung
Mereka berjalan jauh
melewati gelap, luka, dan kehilangan
Lalu suatu hari—
mereka menemukan cahaya kecil
Dan di situlah mereka berhenti
Bukan karena perjalanan selesai
tapi karena mereka menyangka
itulah tujuan
II. Cahaya yang Membutakan
Cahaya itu indah
hangat
menenangkan
Namun perlahan—
ia berubah menjadi cermin
Dan mereka mulai melihat diri sendiri
di dalamnya
Lalu berkata:
“inilah aku yang tercerahkan”
Padahal…
itu hanya pantulan
III. Nama yang Mereka Sematkan
Mereka mulai memberi nama:
“hakikat”
“makrifat”
“rahasia”
Setiap kata terasa dalam
setiap kalimat terdengar tinggi
Namun diam-diam…
kata-kata itu menjadi mahkota
yang mereka pakai
untuk meninggikan kepala
IV. Tuhan yang Mereka Kunci
Mereka berkata:
“Tuhan tidak seperti yang kau kira”
Namun tanpa sadar
mereka telah mengurung-Nya
dalam pemahaman mereka sendiri
Tuhan menjadi:
apa yang mereka mengerti
apa yang mereka rasakan
apa yang mereka setujui
Dan selain itu—
dianggap belum sampai
V. Bisikan yang Tak Diakui
Dalam sunyi
ada suara kecil bertanya:
“bagaimana jika kau salah?”
Namun mereka cepat menjawab:
“ini keyakinan, bukan keraguan”
Padahal…
yang mereka lindungi
bukan kebenaran
melainkan kenyamanan
VI. Mereka yang Sebenarnya Masih di Awal
Lucunya—
mereka yang benar-benar dekat
justru merasa jauh
mereka yang benar-benar melihat
justru merasa buta
dan mereka yang benar-benar sampai
tak pernah berkata
“aku telah sampai”
======
Berhati-hatilah dengan cahaya pertama
ia bukan tujuan
Ia hanya undangan
Dan tidak semua yang merasa tiba
benar-benar sampai
Bumiara





