Heldy: Kekerasan Selama Ini Kutahan, Diam – diam Chandra Ajukan Perceraian 2019, Sehingga Putusan Hakim Hak Asuh Anak Kepadanya

Riau230 Dilihat

Pekanbaru, Banuaminang.co.id Buntut permasalahan kedua pasangan mantan pasutri Chandra alias Aguan dan Heldy Susanti kian berlanjut.

 

Keduanya saling melapor terkait hak asuh anak hingga terjadinya peristiwa penabrakan pintu pagar. Kesempatan itu digunakan Chandra sebagai senjata ampuh demi mencari udara segar atas konflik dalam perselisihan kedua mantan pasutri itu.

 

Peristiwa ini berawal dari awal sejak keduanya menikah. Hingga berlangsung dikarunia 3 anak, Chandra kerap melakukan kekerasan fisik hingga suatu ketika hidung Heldy Susanti patah akibat penganiayaan oleh Chandra.

 

“Kekerasan yang dia lakukan selama ini selalu kutahan, demi anak-anak dan menjaga nama baik beliau saya tahan itu semua,” ujar Shanti saat di jumpai dihalaman rumahnya, Sabtu (17/6/2023).

 

Berlanjut hal itu hingga berakhir pada perceraian. Shanty mengaku terkejut, saat hendak memasukkan gugatan perceraian ke pengadilan pada tahun 2022 lalu. Ternyata Chandra telah mengajukan surat perceraian ditahun 2019 diam-diam, hingga putusan hakim menetapkan hak asuh anak kepada Chandra, padahal ketiga anaknya selama ini diasuh oleh Shanty hingga saat ini.

 

“Kalo benar Chandra mau anak, keputusan sudah keluar 2020 harusnya ambil anak, tapi kenapa dia tidak mengambil anak, sampai maret 2023 dia baru datang ambil paksa anak-anak,” katanya.

 

Pada pemberitaan sebelumnya Chandra berasumsi dirawat dan diopname di RS Malaka pada 21 Maret 2023 yang menyebabkan luka dikepalanya. Namun pernyataan Chandra dipatah Shanti, da itu hanya akal-akalannya.

 

“Selama 14 hari di Malaka Chandra mengaku diopname, dia itu hanya Chek up doang disana. Saya ada saksi, gumpalan darah dikepalanya itu sudah terjadi lima tahun yang lalu. Di kepalanya sudah ada 3 cm gumpalan darah. Itu bukan karena akibat kena pagar, bukan karena itu,” Jelas Shanti.

 

Ketiga anaknya mengaku lebih nyaman tinggal bersama ibunya dan tidak ingin tinggal bersama Chandra. Chandra kerap kali bersikap kasar hingga anaknya memilih bersama ibunya.

 

Disinggung apa tujuan Chandra dibalik semua ini, Shanty mengaku, Chandra tidak rela atas pembagian harta gono gini. Padahal rumah yang ditempati Shanti harus menjadikan miliknya sesuai perjanjian notaris, dan akan dibuatkan ke atas nama ketiga anaknya. Jika hartanya jatuh ketangan ketiga anaknya, hal itu tidak menjadi permasalahan baginya.

 

“Cuma dia sempat menyampaikan bahwa hak asuh anak jatuh ke dia, rumah saya ini atas nama anak saya, jadi rumah ini adalah rumah dia, padahal di perjanjian ini rumah ini akan di berikan kepada saya,” sambungnya. (Tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *