Palupuh, BanuaMinang.co.id — Terkait adanya kekurangan menu sambal berupa ayam goreng dan tahu untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya dengan nomor ID SPPG: 7ZX5B4DC yang beralamat kantor di Palupuah Nagari Pasia Laweh, pada hari Kamis (23/7/26) di SDN 19 Lurah Dalam.
BanuaMinang mendatangi pihak-pihak berkompeten untuk dimintai keterangan dan konfirmasinya (Jum’at, 24 Juli 2026).
Pihak Sekolah SDN 19 Lurah Dalam
Salah seorang guru SDN 19 Lurah Dalam, saat dimintai keterangannya, membenarkan bahwasanya pada hari Khamis (23/7) memang terdapat 4 omprengan makanan yang kekurangan menunya. “Tiga ompreng tidak ada sambal berupa goreng ayam dan tahu, sedangkan satu ompreng ada berisi tahu tetapi tidak ada goreng ayamnya. Jadi ada sebanyak 4 ompreng makanan yang tidak lengkap.” bebernya.
Apakah hal tersebut telah dilaporkan kepihak SPPG dan apa tanggapannya?
Guru tersebut membenarkan bahwa hal tersebut telah dilaporkan ke pihak SPPG Pasia Laweh Palupuah, melalui pesan di media WhatsApp, dan pihak SPPG Pasia Laweh Palupuah, tidak berapa lama mengganti ke empat omprengan tersebut dengan menu yang lengkap. Terang guru yang tidak ingin namanya dipublikasikan.
Sementara itu, kepala sekolah SDN 19 yang sementara dijabat oleh Nurmila Sari, tidak berada dilokasi, dikarenakan ada acara kegiatan Pramuka di kantor Camat Palupuh.

BanuaMinang menghubungi via WhatsApp kepada Plt Kepsek dan berupa pesan dengan permintaan konfirmasi:
1. Apakah memang ada kejadian kekurangan menu sambal utama (sambal ayam) yang didistribusikan oleh pihak SPPG Affa Adicitta dalam hal program MBG (Makan Bergizi Gratis) pada hari Kamis tanggal 23/7/26?
Mohon dijelaskan dengan rinci.
2. Apakah hal ini sebelumnya juga sudah pernah (ada kejadian yang serupa) dialami oleh sekolah yang ibu pimpin? Mohon dijelaskan.
3. Terkait hal ini apakah sudah dilaporkan kepada pihak SPPG Affa Adicitta? kalau sudah kapan dilaporkan dan apakah tanggapan dari pihak SPPG Affa Adicitta? mohon dijelaskan.
4. Beredar Khabar foto omprengan (yang tidak lengkap sambal menu utamanya dan akhirnya viral) tersebut diambil dilokasi SDN 19 Lurah Dalam. Apakah penjelasan dari ibu kepsek, mohon dijelaskan.
5. Apakah harapan dari ibu kepsek terkait program MBG ini kedepannya? mohon dipaparkan karena ini adalah salah satu program unggulan dari Presiden RI.
Jawaban dari Plt Kepsek SDN 19 Lurah Dalam:
1. Ya, kejadian kekurangan sambal utama di sekolah kami pada hari kamis tanggal 23/7/26 memang benar.
2. Kejadian serupa tidak ada kami alami. Kami pertama mendapatkan kekurangan seperti ini.
3. Pada saat itu juga kami pihak sekolah sudah melaporkan ke grub Pic oleh penanggung jawab di sekolah kami. Alhamdulillah tanggapan dari bapak aslap cepat tanggap dan langsung beliau memberitahu kalau beliau sendiri yang mengantarkan kekurangan sambal tersebut. Dan bapak aslap bersama ibuk satpam membawa ompreng yang lengkap ke sekolah sebanyak 4 ompreng. Dan beliau juga sudah meminta maaf dan juga ada dokumentasi yang bapak aslap ambil pada saat itu.
4. Memang kami ambil foto tersebut oleh penangggung jawab, dan dikrim k grub PIC. dan kami tidak tau kalau sampai foto ini beredar dan dibuatkan berita.
5. Harapan saya program MBG dari bapak presiden kita ini tetap berjalan dengan baik dan lancar, karena program ini memberikan dampak poisitif bagi anak anak maupun masyarakat sekitar.

Sumber foto: Kepsek SDN 19 Lurah Dalam
Pihak SPPG Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya
Beberapa orang pihak dari SPPG yaitu terdiri dari Yayasan, owner, Aslap, sopir, Pengawas gizi, pengawas keuangan dan beberapa relawan.
Fadly dan Roni selaku sopir dan pendamping sopir, yang mendistribusikan MBG ke sekolah tersebut, membenarkan bahwasanya omprengan untuk sekolah dasar tersebut sebanyak 69 omprengan (26 ukuran kecil dan 43 ukuran besar).

Sementara, Asisten Lapangan (Aslap) Adek Rilman Nur, membenarkan terkait kekurangan tersebut.
“Pada jam 10.49 Wib, kami menerima laporan tersebut melalui WhatsApp grub dan langsung ditanggapi pukul 10.50 Wib, kami berdua (dengan Security) mengantarkan 4 omprengan dengan menu lengkap ke sekolah tersebut, dan selesai didistribusikan jam 11.30 Wib.” Terangnya.
Kita berharap kedepannya apabila ada temuan yang ganjil, agar bisa menghubungi pihak SPPG sesuai dengan MoU yang telah disepakati. Tutupnya.
Sementara Syaiful Anwar dan Yunika Fernandez selaku Ketua yayasan dan owner Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya, sangat menyayangkan hal ini cepat beredar ditengah masyarakat dan bahkan dikonsumsi publik, padahal pihak kami tidak pernah dimintai keterangan sebelumnya. Tetapi kami ucapkan terimakasih atas kritik yang membangun, semoga kedepannya program prioritas nasional pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah (dari PAUD hingga SMA/SMK), balita, serta ibu hamil dan menyusui, dapat terealisasi dengan baik, tutupnya.
Sementara beberapa guru dari sekolah yang berbeda, saat BanuaMinang mintai konfirmasinya, apakah kejadian yang serupa juga terjadi di sekolah mereka?
“Alhamdulillah, tidak ada kejadian yang serupa.” jelasnya.
(iing chaiang)

