Seruan Tanah Berdarah
by Bumiara
Seruan memecah sunyi malam
Menghentak sanubari sang satria
Laksana panggilan jiwa
Untuk kembali ke ranah pertiwi
Menelusuri jejak yang usang
Menari di riuh ledakan mesiu
Di atas tumpukan jasad
Yang berlumuran darah
Dalam kabut yang menggantung rendah
Terbaca luka di tiap jengkal tanah
Berserakan nisan tanpa nama
Bersenandung lirih di sela langkah
Angin membawa aroma kehilangan
Langit enggan lagi bercerita
Namun bara di dada tetap menyala—
Pantang tunduk, apalagi gentar
meski berselimut nestapa
Sebab ini bukan sekadar dentum dan nyala
Tapi tentang menjaga nyawa yang tersisa
Martabat yang tak boleh binasa
Melangkah lebih dalam
Menembus pekat malam
Menjadi saksi bahwa cinta pada ranah
harus dilukis dengan darah






