Lubang Nista by Bumiara

Puisi dan Sastra115 Dilihat

Lubang Nista
by Bumiara

Tuhan
kali ini aku jatuh
ke lubang nista,
tatkala senyum
meruntuhkan benteng di dada.

Segala fana menjadi buram,
dan yang kutahu
hanya lapar
yang membuncah jadi rasa.

Tuhan
mereka bicara tentang moral
di hadapan orang-orang
yang menahan lapar.

Fasih khotbah mereka
dari atas mimbar,
diiringi tangis pelayat
yang menggelegar.

Tuhan
hebat benar mereka
menepuk dada
dalam pidato
bagai pahlawan dunia.

Padahal
mereka sedang meneguk
air mata anumerta,
lalu berkata,
“dunia baik-baik saja.”