Keladi dan Gemuruh

Puisi dan Sastra172 Dilihat

Keladi dan Gemuruh

by Bumiara 

nikmati tangisan langit

kata manusia berteduh

di bawah payung buatan

hutan jadi korban

demi gagang dan rangkanya

 

senandung jemari kecil

hujan menyapa sopan

kota menutup telinga

percaya ramalan layar

daripada bau tanah basah

 

sebelum gemuruh landa

pengeras suara berpidato

mengatur arah angin

menamai badai

seolah langit karyawannya

 

tarian riang sang katak

jadi lelucon ruang rapat

padahal keputusan mereka

lebih lumpur dari rawa

 

keladi tumpuan sementara

alam berkata: “kalian pun begitu”

membangun kursi

dari kata “selamanya”

 

saat petir melukis langit

barulah rapat darurat

digelar tergesa

mencari siapa yang disalahkan

selain wajah sendiri di cermin