Tujuh Puisi Pilihan Karya Pulo Lasman Simanjuntak

Puisi dan Sastra548 Dilihat

Tujuh Puisi Pilihan Karya Pulo Lasman Simanjuntak

 

PESAN DARI LELAKI BERLEMAK

 

lelaki baya berlemak ini

tiap pagi menyodorkan

berita ekonomi dan bisnis

dengan kurva gratis

 

dalam hamparan ladang minyak

makin mahalnya dapat bermimpi

bersetubuh dengan gandum

gas beracun

 

“biarkan mata uang dollar terus berperang dengan mata uang rubbel, tugasmu hanya menulis puisi bermata emas dan terus mempersiapkan perang nuklir supaya penyair bisa angkat senjata,” pesan lelaki baya berlemak ini sambil berbisik utang negara harus dibayar dengan jiwa dan raga

 

aku hanya terdiam

karena kehilangan pita suara

nyaris dua hari berenang

di padang tandus

sebab menyalin kemiskinan sama dengan membaca mantera bawah tanah

 

ataukah angan-angan yang terus berterbangan

sampai malam ini

ketakutan virus menusuk-nusuk puisiku

ingin bangkit lagi

dari benua orang mati

 

Jakarta, 20 Februari 2023

 

SANDIWARA AKHIR BULAN

 

ketakutan apa yang selalu menjelma

akhir bulan mencium kepahitan

menari-nari dengan tiang api ketegangan

 

sepanjang mendaki bukit-bukit tulang belulang

sudah kucatat dalam buku kehidupan

bercengkerama dengan pengendara siluman

 

oi, selalu saja kunyanyikan lagu sion nyaman

aku tetap berenang di atas ranjang

pikiran jiwa yang rawan kematian

 

Jakarta, Minggu 25 September 2022

 

OBAT KERAS

 

telah disuntik ribuan butir obat

keras-

pada tiang-tiang berhala

yang menyusup ke dalam tulang-tulang

tubuhnya

 

perempuan asing dari pulau terluar

terkapar bertahun-tahun di permukiman kumuh

terjerat pada mulut mabuk air keras

bahkan perzinahan jadi lukisan kanvas

paling najis ditiap tembok rumah tua

 

kini ia rajin bercumbu liar di rumah sakit

entah penyakit langka apa terjebak

dalam organ-organ tubuh rohani

berenang di kolam darah segar

laboratorium menanti untuk dikunjungi

sambil mengantar persungutannya

yang kian kurus

 

padahal hari ini ia sudah dinobatkan

tidak dapat menjalani kehidupan

yang bermartabat

ekonomi yang ekstrim

kemiskinan selalu datang

jelang hari persiapan yang suci

mungkin sampai maranatha

malaikat bersayap tak lagi datang

membawa persembahan uang

 

Jakarta, Kamis, 16 Februari 2023

 

AIRMATA TERAKHIR

 

airmata terakhir

mengalir diam-diam

sampai ke langit ketiga

 

setiap hari ketujuh tiba

di pintu rumah doa

dinyanyikan mazmur

paling mengerikan

 

o, angin malam

berhembus keras

mengetuk hati

putus asa

terkapar

tak berdaya

 

siapakah lagi

mau berbelas kasihan

kepada pesakitan

yang nyaris gila

 

esok kutunggu engkau

di pertigaan pelabuhan kusam

karena ini airmata terakhir

segeralah bunuh diri

untuk kemenangan abadi

 

Jakarta, Jumat, 17 Februari 2023

 

KARTU KREDIT 

 

buah gelisah ini siap dipetik

dari pohon kehidupan tumbuh

di mesin anjungan tunai, resto siap saji

sampai menelan rakus kaki-kaki onderdil mobil

untuk belanja tanpa bunga bank

pagi dan petang

 

mengapa engkau tetap tenang

damai dalam layar zoom

sejak subuhhari

terus selidiki kitab suci

padahal aku sudah berpuasa lima sabat

satu hari untuk sepuluh hari berdoa

menahan lapar dan haus di padang gersang

 

anakku selalu saja menantang

apakah rumah sewa harus dibakar

sebab semua tamu asing akan menyerbu

dari negeri seberang lautan

berwajah hitam

 

aku hanya diam

membatu

sambil terus menyelesaikan puisi murahan

yang tak akan dibayar

sampai rabi datang

 

o, kutunggu saja

jawaban dari Tuhan

pekan mendatang

 

Jakarta, Minggu 29 Januari 2023

 

PETRA BUTA MENARI DALAM DUKA

 

petra buta tiba dengan ucapan selamat datang

dari pastor pendatang negeri seberang

bersama dua tongkat yang sudah matang

kusodorkan cawan lebur penderitaan

seperti pengemis salah beri uang

 

petra buta lalu mulai menari-nari

dalam duka mengerikan

sedalam sumur tua

di samping rumah

 

kehidupannya yang terus berkembangbiak

mulai dari benturan keras

di atas aspal jalanan

sampai terapi tubuh

yang tak lagi tumbuh

 

“mari kita tulis bahwa kelaparan ini karena korupsi yang makin membuat sajakku sunyi, ataukah virus pandemi tak mampu lagi menjalin kemesraan pewarta menggelepar di pinggir jalan,” pesanku kepada petra buta sambil menelan rakus penyakit diabetes melitusnya yang makin membuat

tubuhnya semakin kurus

 

“ini ujian iman, ini ujian iman,” jawabnya dengan suara basah mengalir dari kacamata hitamnya

 

petra buta lalu berdiam diri

mengusap masa lalu

tertulis dalam ijazah

dari negeri cina

 

“ayo, jual terus harta bendamu, rumah yang dibangun di atas batu, sepeda motor yang sering berseliweran dalam sajakmu, atau apa saja yang tersimpan dalam pikiranmu supaya mesin surga ini mau bekerja,” pesan petra buta menutup pintu hari perhentian

 

Jakarta, Sabtu, 27 Agustus 2022

 

INTERNET

 

lagu puji-pujian

belum kudendangkan

sosok ini muncul

di layar telepon seluler

wajahnya sungguh menakutkan

 

aliran-aliran darahnya

kemudian pecah

pada jaringan sunyi di udara

sampai tembus ke benua-benua

terluar

 

siap menagih

tumpukan mata uang

berbunga kematian

 

sambil terus berkomunikasi

lewat chat orang-orang kelaparan

seperti tak ada solusi

untuk membayar setiap

kegelisahan menahun

dalam diri ini

tiap dinihari

 

Jakarta, Senin, 16 Januari 2023

Catatan redaksi : 

Semua puisi ini adalah karya Penyair dan Sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak memulai karier dalam dunia tulis menulis (kesusasteraan) sejak tahun 1980-an. Karya puisi pertama berjudul IBUNDA dimuat di Harian Umum KOMPAS pada bulan Juli 1977. Setelah itu berturut-turut karya puisinya dimuat (dipublish) di 25 media cetak (koran, suratkabar, dan majalah), serta 82 media online, dan majalah digital  di Indonesia dan Malaysia.

Karya puisinya juga telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan saat ini tengah persiapan untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 diberi judul MEDITASI BATU. Selain itu juga puisinya terhimpun dalam 25 buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia.

Saat ini sebagai Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), anggota Sastra ASEAN,  Dapur Sastra Jakarta (DSJ) Bengkel Deklamasi Jakarta (BDJ) Sastra Nusa Widhita (SNW) ,Pemuisi Nasional Malaysia, Sastra Sahabat Kita (Sabah, Malaysia),  Komunitas Dari Negeri Poci (KDNP),  Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Kampung Seni Jakarta, Penikmat Seni Budaya, Storia Sastra, Bengkel Narasi,  Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, dan anggota Sastra Reboan. Bekerja sebagai wartawan dan rohaniawan,  bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Diterima oleh redaksi Banuaminang.co.id hari Rabu (5/7/2023)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *