Sajak aku lapar (aku) meng(GILA)

Puisi dan Sastra473 Dilihat

Sajak aku lapar (aku) meng(GILA)

 

Aku lapar…

Kumakan segala hidangan…

Tapi aku masih lapar.

 

Aku lapar…

Kumakan setoran parkir…

Tapi aku masih lapar.

 

Aku lapar…

Kumakan upeti 5 juta dari setiap ambtenaarku menjelang lebaran…

Tapi aku masih lapar.

 

Aku lapaaarrr… !!!

Aku mulai kalut.

Kumakan upeti bulanan dari ambtenaarku.

Kumakan segala SPJ, kumakan Innova, kumakan KIA…

 

Kumakan jalan Minangkabau tapi awningnya lepas dari geragotanku…

Kubakar.. eh… kumakan pasar yang di sebelah bawah, tapi apinya ciut, ratusan triliun meluncur lepas dari taringku.

Aku marah…

Aku murka…

 

Aku marah dan makin lapar…

Kumakan lahan bekas stasiun,

Kumakan riol dan drainase,

Kukunyah Pekerja Kontrak dan THL,

Kukermus si cantik yang kehilangan telepon genggamnya, si tampan yang rombeng seragam sekolahnya, emak yang menghidupi cucunya, deta dan baju basiba untuk anak sakola, zakat minyak goreng dan tukang gali pusara…

Tapi…

 

Tapi aku makin lapar…

Aku marah…

Aku murka…

Aku merana…

 

Kumakan kapitalis sambil berhayal masuk neraka…

Kumakan anak dan emak yang berasyik masyuk berdengus membara…

Kemudian, aku mulai gila.

 

 

Karya : Tedjakusuma

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *