TAMBUA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MINANGKABAU DI TENGAH PERKEMBANGAN ZAMAN
Ditengah perkembangan zaman yang semakin modern ini, saya merasa banyak tradisi daerah terkhususnya di Minangkabau yang perlahan mulai terlupakan oleh generasi muda. Salah satu contoh tradisi nya yaitu yang menurut saya memiliki nilai budaya yang sangat kuat adalah TAMBUA. Tambua bukan hanya sekedar alat musik tradisional, tetapi juga simbol kebersamaan, semangat, dan identitas masyarakat Minangkabau. Ketika mendengar bunyi Tambua yang kera dan berirama, saya selalu merasa ada semangat tersendiri yang muncul, seolah-olah suara tersebut membawa pesan tentang kekuatan adat dan budaya yang masih hidup hingga saat ini. Pada foto yang saya lampirkan tersebut itu merupakan foto ketika saya memainkan alat musik tradisional Minangkabau yaitu Tambua. Pada saat itu saya dipilih untuk memainkan lata musik tersebut ketika ada acara arak-arakan Wisudawan dari gedung Auditorium menuju Fakultas Ilmu Budaya. Acara tersebut rutin di adakan setiap acara wisuda.
Menurut pandangan saya, Tambua memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, terutama di wilayah Pariaman dan beberapa wilayah lainnya di Sumatera Barat. Tambua biasanya dimainkan secara berkelompok dengan irama yang kompak dan penuh energi. Permainan Tambua sering dipadukan dengan alam musik Tasa sehingga menghasilkan bunyi yang khas dan mampu menarik perhatian banyak orang. Bagi saya, perpaduan bunyi tersebut bukan hanya sebagai hiburan saja, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi budaya yang di wariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Saya melihat bahwa Tambua ini tidak hanya hadir dalam acara hiburan saja, tetapi juga memiliki hubungan yang erat dengan berbagai acara seperti pesta adat, penyambutan tamu, hingga perayaan keagamaan, Tambua sering menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini menunjukan bahwa Tambua bukan hanya alat musik biasa, melainkan bagian dari identitas masyarakat minangkabau sendiri. Ketika Tambua dimainkan, suasana acara terasa lebih hidup dan penuh semangat. Bunyinya yang kuat seolah mampu menyatukan banyak orang dalam satu irama yang sama.
Saya jga merasa bahwa Tambua mengajarkan nilai kebersamaan dan kekompakan. Dalam permainan Tambua, setiap pemain harus mampu menjaga irama agar tetap selaras dengan pemain lainnya. Jika salah satu pemain tidak fokus atau kehilangan tempo, maka keseluruhan irama akan terasa berbeda. Dari sini saya melihat bahwa Tambua sebenarnya mengandung pelajaran hidup tentang pentingnya kerja sama dan saling menghargai satu sama lain. Nilai seperti ini menurut saya sangat penting untuk diterapkan dalah kehidupan sehari-hari, terutama di tengah masyarakat yang semakin individual. Disisi lain, saya juga menyadari bahwa keberadaan Tambua saat ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Perkembangan teknologi dan masuknya budaya luar membuat sebagian generasi muda lebih tertarik pada musik modern di banding musik tradisional ini. Banyak anak muda sekarang yang lebih mengenal alat musik luar Negri daripada alat musik daerah nya sendiri. Sebagai contohnya, zaman sekarang generasi muda/gen Z cenderung menyukai hal yang instan ataupun tontonan yang berdurasi pendek, karena gen Z ini sudah dihipnotis oleh penggunaan Gadget setiap hari, sehingga minat untuk mempelajari budaya sudah tidak waktu bagi mereka. Kondisi ini menurut saya cukup memprihatinkan, karena jika tidak ada kepedulian dari masyarakat, maka tradisi seperti Tambua ini bisa saja perlahan menghilang.
Namun demikian, saya masih melihat adanya harapan untuk menjaga keberadaan Tambua agat tetap dikenal oleh generasi muda. Saat ini sudah mulai banyak kelompok seni ataupun sanggar yang ada di wilayah Sumatera Barat yang berusaha untuk mengenalkan Tambua kepada anak-anak maupun remaja. Menurut saya, langkah seperti ini sangat penting karena pelestarian budaya harus dimulai sejak usia muda. Jika generasi muda sudah mengenal dan mencintai budayanya sendiri, maka tradisi tersebut akan tetap bertahan meskipun zaman terus berubah. Saya juga berfikir bahwa Tambua sebenarnya memiliki daya tarik yang sangat besar jika dikembangkan dengan cara yang lebih kreatif. Misalnya, pertunjukan Tambua dapat dipadukan dengan konsep modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Dengan cara seperti ini, generasi muda mungkin akan lebih tertarik untuk mengenal dan mempelajari tambua. Pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang kaku, tetapi juga perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan.
Selain sebagai bagian dari budaya, saya melihat Tambua juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Pertunjukan Tambua yang penuh semangat dan energik tentu dapat manjadi daya tarik bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ketika wisatawan memilih pertunjukan Tambua, mereka tidak hanya menikmati bunyi musiknya saja, tetapi juga dapat mengenal lebih jauh tentang budaya Minangkabau. Oleh karena itu, saya merasa bahwa pelestarian Tambua tidak hanya penting untuk menjaga tradisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat juga perlu memiliki rasa bangga terhadap budaya sendiri. Jika masyarakat mulai kehilangan rasa bangga terhadap budayanya, maka tradisi seperti Tambua akan semakin sulit dipertahankan.
Saya pribadi merasa bahwa budaya tradisional seperti Tambua memiliki nilai yang jauh lebih dalam di bandingkan sekedar hiburan. Di dalamnya terdapat sejarah, identitas, semangat kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, menjaga Tambua sama artinya dengan menjaga jati diri masyarakat Minangkabau itu sendiri. Ketika melihat pertunjukan Tambua, saya sering berpikir bahwa bunyi yang dihasilkan bukan hanya suara alat musik saja, tetapi juga suara perjalanan panjang budaya yang tetap bertahan hingga sekarang. Tambua menjadi bukti bahwa masyarakat Minangkabau memiliki warisan budaya yang kaya dan penuh makna. Saya merasa bangga karena tradisi seperti ini masih dapat ditemukan dan dinikmati hingga saat ini. Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa Tambua harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Generasi muda perlu diberikan pemahaman bahwa budaya tradisional bukan sesuatu yang kuno atau memalukan, melainkan bagian dari identitas yang seharusnya dibanggakan. Jika masyarakat mampu menjaga tradisi seperti Tambua ini, maka warisan budaya Minangkabau akan tetap hidup dan dapat di wariskan kepada generasi muda berikutnya.
Bagi saya, Tambua bukan hanya alat musik tradisional, tetapi juga simbol semangat masyarakat Minangkabau yang kuat, kompak, dan tetap mempertahankan budayanya ditengah perubahan zaman. Oleh karena itu, saya berharap Tambua akan terus dikenal, dimainkan, dan dicintai oleh masyarakat, terutama generasi muda, agar suara tradisi tersebut tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan masyarakat Minangkabau.
Penulis: Farel Aditia
Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas





