Sekda Hendra Aswara Buka Sosialisasi Peran Kader Nagari Siaga Tuberkulosis Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, Banuaminang.co.id — Kegiatan Sosialisasi Peran Kader pada Nagari Siaga Tuberkulosis Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026 resmi berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan tujuan memperkuat peran masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penularan penyakit Tuberkulosis.
‎
‎Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Dr. dr. Engga Lift Irwanto. Turut hadir jajaran Dinas Kesehatan, pengelola program kesehatan, serta ratusan kader Nagari Siaga Tuberkulosis dari seluruh nagari di Kabupaten Padang Pariaman.
‎
‎Dalam sambutannya, Sekda Hendra Aswara menegaskan bahwa Tuberkulosis bukan sekadar masalah kesehatan perorangan, melainkan persoalan yang menyentuh aspek sosial-ekonomi masyarakat secara luas.
‎
‎”TB masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan kerja bersama. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mempengaruhi produktivitas keluarga, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan,” ujar Sekda.
‎
‎Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan langkah menyeluruh mulai dari penemuan dini kasus, pengobatan tuntas, hingga pencegahan penularan. Di sinilah peran Nagari Siaga Tuberkulosis menjadi sangat penting sebagai wadah partisipasi masyarakat di tingkat paling bawah.
‎
‎Sekda menekankan bahwa kader adalah ujung tombak yang berada paling dekat dengan warga bukan sekadar penyampai informasi, melainkan penggerak masyarakat, penemu kasus terduga, pendamping pasien selama pengobatan, serta jembatan antara masyarakat dan fasilitas kesehatan.
‎
‎”Melalui kader yang aktif dan terlatih, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami gejala TB, tidak takut memeriksakan diri, serta patuh menjalani pengobatan hingga sembuh. Dengan demikian, rantai penularan dapat diputus dan angka kasus TB di Kabupaten Padang Pariaman dapat terus ditekan,” jelasnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Efriyeni, melaporkan kegiatan diikuti 240 peserta yang terbagi dalam dua angkatan: hari pertama 104 kader dari 52 nagari beserta 13 pengelola program Promosi Kesehatan Puskesmas; hari kedua 102 kader dari 51 nagari serta 12 pengelola program.
‎
‎Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang penyakit TB dan penanggulangannya, memperjelas tugas dan fungsi kader, mendorong keterlibatan aktif dalam penemuan kasus serta pendampingan pasien, dan memperkuat kerja sama antar-kader, pemerintah nagari, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan.
‎
‎Kegiatan ini dibiayai melalui anggaran Dinas Kesehatan Tahun 2026, bersumber dari sisa Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditujukan khusus untuk bidang kesehatan, dan dimanfaatkan secara transparan serta akuntabel.
‎
‎”Kami berharap para kader memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perannya dalam Nagari Siaga Tuberkulosis dan mampu menjadi motor penggerak masyarakat dalam menemukan, mendampingi, serta mendukung pengobatan pasien TB hingga tuntas,” harap Dr. Efriyeni.
‎
‎Program Nagari Siaga Tuberkulosis sejalan dengan visi Kabupaten Padang Pariaman untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera. Sektor kesehatan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan butuh dukungan pemerintah nagari, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga untuk bersatu melawan penyakit ini.
‎
‎Mari kita jadikan setiap nagari di Kabupaten Padang Pariaman sebagai nagari yang peduli, tanggap, dan aktif dalam penanggulangan Tuberkulosis. Bersama kader, bersama masyarakat, kita wujudkan Padang Pariaman Bebas TB di Tahun 2030. Semangat sehat untuk kita semua.
‎
(Armenkoto)
SB : AndalasNews