Rapat Evaluasi 2025 dan Raker Kerja 2026, Bukittinggi Kembali Berlakukan Sekolah 6 Hari

Bukittinggi122 Dilihat

Bukittinggi, BanuaMinang.co.id  — Pemerintah Kota Bukittinggi gelar rapat evaluasi tahun 2025 serta rapat rencana kerja tahun 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan di Aula Balai Kota Bukittinggi, Rabu, 21 Januari 2026 ini, diputuskan bahwa Kota Bukittinggi kembali memberlakukan sekolah enam hari, Senin hingga Sabtu.

 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, hasil evaluasi terhadap kebijakan lima hari sekolah telah dilakukan oleh Disdikbud bersama tim kajian. Dari hasil evaluasi itu, direkomendasikan agar kembali ke sistem enam hari sekolah.

 

“Setelah evaluasi, kita putuskan anak anak kita SD dan SMP di Bukittinggi, kembali sekolah selama enam hari, Senin sampai Sabtu. Sistem sekolah enam hari ini, kita mulai Senin 26 Januari 2026,” jelas Ramlan.

 

Wako menyampaikan, sekolah enam hari ini, bertujuan untuk memaksimalkan waktu anak anak untuk belajar di sekolah. Sehingga, semakin banyak waktu bagi anak anak untuk mendapatkan pelajaran formal di sekolah mereka.

 

Selanjutnya, Wako juga menyampaikan, rapat evaluasi dan rencana kerja ini penting sebagai upaya memperkuat arah pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di Kota Bukittinggi. Ia menegaskan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, estetik, serta tertata dengan baik agar proses belajar mengajar berlangsung menyenangkan.

 

“Kami berharap rapat kerja ini semakin menguatkan sinergi antar satuan pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan dalam mewujudkan Generasi Gemilang di Kota Bukittinggi. Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan anak-anak untuk hidup di zamannya, di tengah tantangan disrupsi digital serta dinamika moral dan sosial dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

 

Wako berpesan, agar guru tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan upaya preventif dan pelayanan maksimal melalui penciptaan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, kondusif, serta memberikan keteladanan. Komunikasi dengan orang tua juga harus diperkuat sehingga terbentuk sinergi dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

(Diskominfo)