Menyesap Kopi Pahit Dunia

Puisi dan Sastra153 Dilihat

Menyesap Kopi pahit dunia
by Bumiara

Awan pagi menyelimuti gunung,
sementara mentari memilih bungkam
Lihatlah dunia terlalu pandai
poles luka jadi perayaan.

Kuseruput kopi pahit
dari cangkir bernama hidup,
Diselingi asap candu
yang lebih jujur
dari pidato nya

Air memang apungkan sampan,
Laksana pujian
mengapungkan kesombongan
Namun laut yang sama
diam-diam hafal cara
menelan semuanya.

Dan bait ini pun tenggelam,
bukan karena tak pandai berenang,
melainkan terlalu lelah
berlayar di samudra prosa
yang dipenuhi mulut tanpa makna.

Kini yang kunanti
bukan tepuk tangan,
bukan juga cahaya palsu
dari kota yang mabuk gemerlap.

Aku hanya ingin
secercah cahaya sunyi,
serta bisikan mesra
“Sudah waktunya pulang”