Menjaga Jantung Pesisir: EnviroXplore x Sosgreen Gelar Aksi Beach Clean Up dan Penanaman ±800 Bibit Mangrove
Padang, Minggu 31 Mei 2026 — Kementerian Lingkungan Hidup BEM KM Unand berkolaborasi dengan Sosmasling BEM KM Fakultas Teknologi Informasi dalam menyelenggarakan kegiatan EnviroXplore x Sosgreen di Pantai Pasir Jambak, kota Padang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan pesisir melalui kegiatan aksi beach clean up dan penanaman ±800 bibit mangrove yang melibatkan 100 relawan.
Pembukaan Acara dan Kata Sambutan
Rangkaian kegiatan diawali oleh dua Master of Ceremony (MC) yaitu, M. Ghaza Pratama dan Fauziah Zahra, yang membawakan acara dengan penuh antusias dan profesionalisme. Kehadiran keduanya berhasil menciptakan suasana yang hangat dan membangkitkan semangat para relawan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Acara ini mendapatkan dukungan dari Asar Humanity dan Mfoundation selaku pihak kolaborator. Selanjutnya terdapat sambutan dari Nadin selaku Dirjen Aksi dan Pengabdian Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Asar Humanity dan Mfoundation yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksanakan dengan baik. Terima kasih juga kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang telah membantu menyediakan berbagai peralatan yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung. Apresiasi yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada Sosmasling Fakultas Teknologi Informasi serta seluruh relawan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan semangatnya untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini”. Ungkap Nadin.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Arga Zaifullah selaku Menko Pengabdian BEM KM Unand, yang mengajak seluruh relawan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pada pagi hari ini kita akan melaksanakan aksi bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Selain aksi nyata di lapangan, kegiatan ini juga disertai dengan sesi edukasi agar teman-teman bisa memahami bahwa pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan dampak yang positif, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi diri kita sendiri sebagai individu yang peduli terhadap keberlanjutan alam”. Ucapnya
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi lingkungan sekitar.

Semangat Para Relawan Untuk Bersih-Bersih Pantai
Setelah pembukaan acara tadi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata: beach clean up dan penanaman mangrove yang berjumlah 750 bibit mangrove. Memasuki sesi teknis, Raghib selaku Koordinator Lapangan memberikan arahan sekaligus membagi para relawan ke dalam 11 kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 7 orang relawan.
Aksi lingkungan dimulai dengan pembagian trash bag, karung dan sarung tangan bagi setiap kelompok. Setiap kelompok dibekali dua trash bag dan satu karung: satu untuk sampah organik, satu untuk sampah anorganik, dan satu nya untuk sampah bahan berbahaya serta beracun (B3). Para relawan kemudian menyisir kawasan tepi Pantai Pasir Jambak untuk mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang area pantai. Sampah organik banyak yang terisi berupa tempurung kelapa serta ranting tanaman kering, sampah anorganik didominasi plastik-plastik yang banyak berserakan di tepi pantai, sedangkan sampah B3 berupa botol-botol kaca dan obat-obatan.
Hasil Penimbangan Sampah
Setelah proses pengumpulan, sampah dari seluruh kelompok ditimbang dengan hasil sebagai berikut:
Kelompok 1: Organik 6,66 kg | Anorganik 6,70 kg | B3 3,74 kg
Kelompok 2: Organik 6,54 kg | Anorganik 2,14 kg | B3 1,86 kg
Kelompok 3: Organik 2 kg | Anorganik 8,36 kg | B3 0,36 kg
Kelompok 4: Organik 8,92 + 2,94 kg | Anorganik 1,82 kg | B3 0,64 kg
Kelompok 5: Organik 2,26 kg | Anorganik 4,50 + 4,14 kg | B3 4,46 kg
Kelompok 6: Organik 8,56 kg | Anorganik 7,32 kg | B3 2,50 kg
Kelompok 7: Organik 2,54 kg | Anorganik 11 kg | B3 1,86 kg
Kelompok 8: Organik 9,10 kg | Anorganik 14,20 kg | B3 2,84 kg
Kelompok 9: Organik 7,06 kg | Anorganik 13,64 kg | B3 2,82 kg
Kelompok 10: Organik 1,54 kg | Anorganik 8,34 kg | B3 2,40 kg
Kelompok 11: Organik 4,50 kg | Anorganik 6,94 + 5,58 kg | B3 3,44 kg
Total sampah yang terkumpul:
Organik: 62,62 Kg
Anorganik: 94,68 Kg
B3: 26,92 Kg
Keseluruhan: 184,22 Kg
Angka ini bukan sekedar statistik, melainkan bukti bahwa kepedulian bersama mampu menciptakan perubahan yang nyata.
Penanaman ±800 Bibit Mangrove
Setelah aksi bersih pantai, para relawan beristirahat sejenak sembari menikmati snack yang disediakan oleh panitia. Waktu istirahat digunakan sebaik mungkin oleh para relawan untuk kembali mengumpulkan energi dan semangatnya. Setelah selesai beristirahat, para relawan mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove yang disampaikan oleh Firmansyah selaku Menteri Lingkungan Hidup BEM KM Unand dan Yose selaku pemilik konservasi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir.
“Hutan mangrove merupakan salah satu jantung ekosistem pesisir. Mangrove terdiri dari berbagai jenis yang tumbuh di kawasan perairan, terutama perairan asin. Keberadaan mangrove memiliki berbagai manfaat, mulai dari mencegah abrasi pantai serta menjadi habitat berbagai jenis biota. Selain itu, kawasan mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, wisata berbasis lingkungan, serta objek penelitian akademik”. Jelas Yose
Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman ±800 bibit mangrove. Setiap orang menanam 10 bibit mangrove, dengan ketentuan setiap lubang hanya ditanam 5 bibit mangrove sesuai dengan arahan teknis yang telah diberikan. Walau dengan cuaca yang sedikit panas, namun hal ini tidak memudarkan semangat dari para relawan untuk aktif dalam penanaman mangrove ini. Penanaman dilakukan secara gotong royong dengan harapana bibit tersebut dapat tumbuh menjadi kawasan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Harapan Untuk Generasi Mendatang
Melalui kegiatan seperti EnviroXplore x Sosgreen, diharapkan generasi muda semakin menyadari bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Lingkungan yang lestari merupakan warisan yang harus dijaga bersama.
Aksi EnviroXplore x sosgreen menjadi bukti bahwa kolaborasi dari berbagai pihak mampu menghadirkan langkah nyata dalam menyelamatkan lingkungan dan memperkuat ekosistem pesisir. Bibit mangrove yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan bagi masa depan. Harapannya, mangrove tersebut akan tumbuh menjadi benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan seruan jargon kegiatan, yakni “Rawat Akarnya, Bersihkan Pesisirnya, Abadikan Dampaknya”.
Penulis: Nazlla Kayla Navita






