Lapor Pak Jokowi, Mohon Dengarkan Keluhan Kami Masyarakat Kamang Magek, Karena Jalan Kami Ditutupi Pagar

Nasional1932 Dilihat

Agam, Banuaminang.co.id Kemana lagi kami selaku warga harus mengadu dan meminta keadilan? Kepada Aparat Penegak Hukum? Kepada pemerintah? Kepada DPRD? Semua cara telah kami upayakan. Tapi semua itu tidak membuahkan hasil, ujar beberapa orang warga Nagari/Desa Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.

 

Padahal ini adalah kampung dari petinggi-petinggi dari orang-orang hebat di Sumatera Barat ini.

Mantan Kapolda, Gubernur Sumbar, Sekretaris Daerah Kodya Bukittinggi, wali kota Bukittinggi. Apalagi walikota dan sekda Bukittinggi adalah warga asli dan warga adat di jorong/kampung Durian ini, dan begitupun Bupati Agam yang juga beristri dengan orang Tilatang Kamang ini. Karena Kamang Magek, Tilatang Kamang dan Palupuh. Kalau asalnya adalah satu yaitunya dengan sebutan urang (orang Kamang/red). Terang mereka lebih jauh kepada Banuaminang.co.id pada hari Khamis (15/06 /23). Saat jurnalis Banuaminang.co.id dan figurnews.com berhasil menembus jalan penghubung Durian-Aia Tabik ini yang di tutup dengan besi oleh pihak PT. Bakapindo.

 

Hal ini, bukanlah tidak beralasan. Karena jalan ini sudah terputus dari tahun 2020, dan berbagai upaya masyarakat untuk dan agar jalan ini bisa dipergunakan lagi, namun tidak membuahkan hasil.

 

Kondisi terkini jalan tersebut

Nampaknya kami harus langsung menyampaikan keluhan kami kepada Presiden RI yaitunya Bapak Jokowi, agar suara kami selaku rakyat Beliau dapat didengar dan pihak PT. Bakapindo yang seolah-olah kebal hukum dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya, harap mereka.

 

Dan kepada jurnalis se Indonesia, tolonglah sampaikan keluhan kami ini kepada orang nomor satu di negara ini, mungkin dengan melalui jurnalis suara kami bisa didengarkan langsung oleh kepala negara ini. Karena kami sudah bosan dengan laporan dan keluhan kami yang seolah tidak didengarkan oleh Pemda dan APH, harap mereka.

 

Memang kalau berdasarkan hasil pendataan, pengamatan, pemantauan dan penggambaran Banuaminang.co.id dilapangan. Jalan ini sudah tidak pantas dikatakan jalan kabupaten yang teregister dengan nomor 12002. Karena jalan ini adalah jalan setapak. Padahal dizaman penjajahan Belanda jalan ini sudah ada dan lumayan lebar.

Jadi dizaman kemerdekaan apalagi disaat Jokowi menjadi kepala negara jalan ini terlihat lebih parah dari pada dizaman penjajahan kolonial Belanda.

 

Seperti harapan dari masyarakat Kamang Magek Kabupaten Agam yang tertumpang kepada kami Banuaminang.co.id

Alhamdulillah pagi ini Sabtu (17/06) kami telah menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden RI yaitunya Bapak Jokowi.

 

(iing chaiang)

 

Referensi berita sebelumnya :

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *