KITAB ORANG-ORANG YANG MERASA SAMPAI

Puisi dan Sastra118 Dilihat

KITAB ORANG-ORANG YANG MERASA SAMPAI

 

(Fragmen Pertama: Mereka yang Berhenti di Tengah Jalan)

 

I. Jalan yang Disangka Ujung

 

Mereka berjalan jauh

melewati gelap, luka, dan kehilangan

 

Lalu suatu hari—

mereka menemukan cahaya kecil

 

Dan di situlah mereka berhenti

 

Bukan karena perjalanan selesai

tapi karena mereka menyangka

itulah tujuan

 

II. Cahaya yang Membutakan

 

Cahaya itu indah

hangat

menenangkan

 

Namun perlahan—

ia berubah menjadi cermin

 

Dan mereka mulai melihat diri sendiri

di dalamnya

 

Lalu berkata:

“inilah aku yang tercerahkan”

 

Padahal…

itu hanya pantulan

 

III. Nama yang Mereka Sematkan

 

Mereka mulai memberi nama:

“hakikat”

“makrifat”

“rahasia”

 

Setiap kata terasa dalam

setiap kalimat terdengar tinggi

 

Namun diam-diam…

kata-kata itu menjadi mahkota

 

yang mereka pakai

untuk meninggikan kepala

 

IV. Tuhan yang Mereka Kunci

 

Mereka berkata:

“Tuhan tidak seperti yang kau kira”

 

Namun tanpa sadar

mereka telah mengurung-Nya

dalam pemahaman mereka sendiri

 

Tuhan menjadi:

apa yang mereka mengerti

apa yang mereka rasakan

apa yang mereka setujui

 

Dan selain itu—

dianggap belum sampai

 

V. Bisikan yang Tak Diakui

Dalam sunyi

ada suara kecil bertanya:

 

“bagaimana jika kau salah?”

 

Namun mereka cepat menjawab:

“ini keyakinan, bukan keraguan”

 

Padahal…

yang mereka lindungi

bukan kebenaran

 

melainkan kenyamanan

 

VI. Mereka yang Sebenarnya Masih di Awal

 

Lucunya—

mereka yang benar-benar dekat

justru merasa jauh

 

mereka yang benar-benar melihat

justru merasa buta

 

dan mereka yang benar-benar sampai

tak pernah berkata

“aku telah sampai”

 

======

 

Berhati-hatilah dengan cahaya pertama

ia bukan tujuan

 

Ia hanya undangan

 

Dan tidak semua yang merasa tiba

benar-benar sampai

 

Bumiara