Karang dan Ombak
by Bumiara
Hujan tulis naskah duka,
bumi mendengar tanpa suara
Kumbang bersumpah setia pada bunga,
hingga musim ajari Kompas sejatinya
Aku ukir namanya di karang,
karang hanya tertawa
Ombak tak pernah gagal
menghapus janji yang terlalu percaya diri.
Dan dunia terus bersandiwara,
bunga berpura pura tak rindu
Hingga kumbang beranjak pergi
ruang dan waktu diam-diam membuktikan
yang paling keras bicara cinta,
sering kali paling cepat lupa.





