Jejak yang Tak Kembali by Bumiara

Puisi dan Sastra130 Dilihat

Jejak yang Tak Kembali
by Bumiara

Perjalanan ini masih jauh,
sedang kaki mulai rapuh
mengeja debu demi debu.

Dan pada akhirnya
manusia hanya pulang
meninggalkan nama
di bibir waktu.

Berliku benar jalan ini
tempat keluh tumbuh
lebih cepat dari syukur.

Manusia kadang seperti air
di atas tanah gersang:
deras mengalir
namun mudah keruh
oleh lumpur dunia.

Berbeda dengan air
yang menyisir akar,
terjepit kerikil,
menghantam karang dan batu;
ia lambat,
namun jernih
karena luka perjalanan.

Tak akan kembali
ke tempat semalam.
Biarlah semuanya
menjadi kenangan silam
yang dikubur senja.

Dan ketika rambut mulai memutih,
barulah manusia mengerti:
dunia ini tak selalu cahaya

ia juga lorong hitam
yang memaksa jiwa
belajar makna pulang.