Harimau di Cermin
by Bumiara
Aku melihat harimau.
Belangnya memudar,
taringnya tinggal cerita
dalam novel kesombongan.
Lalu kulihat manusia di cermin.
Keriput menjalar,
uban menjadi mahkota,
namun masih sibuk
memoles kursi yang mulai lapuk.
Kura-kura berumur panjang
tetap diserbu tritip.
Elang di langit tersenyum,
menyaksikan para penguasa
datang bergantian,
lalu pulang menjadi debu.
Sebab mereka
dikalahkan musim.
Waktu bukan hakim.
Ia hanya pencatat sunyi
yang menulis nama-nama
yang menyembunyikan gelap
di balik kebesaran.
Karena yang abadi
bukan taring,
bukan mahkota,
melainkan jejak
yang ditinggalkan jiwa.
#foryou


