Fenomena Sinkhole di Situjuh Limo Nagari, Dilakukan Pengecekan Lapangan

50 kota131 Dilihat

Lima Puluh Kota, BanuaMinang.co.id Fenomena alam berupa sinkhole terjadi di Jorong Tungka, Nagari Situjuh Limo Nagari, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Peristiwa ini diketahui warga sejak beberapa minggu lalu. Pada Selasa (27/1/2026), sejumlah warga mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kondisi area tetap aman dan tidak menimbulkan potensi bahaya lanjutan.

 

Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan adanya penurunan tanah dengan diameter sekitar 7 × 5 meter dan kedalaman kurang lebih 6 meter, yang berdampak pada dua bidang sawah milik warga di sekitar area kejadian.

 

Lubang sinkhole tersebut kini terisi air. Di bagian dalam terlihat pipa paralon yang telah ditumbuhi lumut, menandakan area tersebut telah tergenang dalam waktu tertentu. Pada bagian ujung pipa tempat air mengalir keluar dari area sinkhole, tercium bau sedikit asam pada air yang keluar.

 

Kondisi tersebut sempat memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya gas atau reaksi tertentu di dalam tanah. Untuk memastikan keamanan, salah seorang pengunjung melakukan uji sederhana dengan melempar puntung rokok yang masih menyala ke dalam lubang guna melihat kemungkinan adanya gas mudah terbakar. Dari hasil pengamatan, tidak ditemukan reaksi nyala maupun indikasi gas berbahaya.

 

Secara visual, air di dalam lubang terlihat cukup jernih dengan hasil pengukuran pH sekitar 7, ungkap Yofi wali jorong Tungka (27/1/26) sertai endapan di dasar, sementara permukaan air relatif tenang. Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, fenomena ini dinilai lebih mengarah pada proses alam, yang kemungkinan berkaitan dengan kondisi geologi dan aliran air bawah permukaan.

 

Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah serta instansi teknis terkait dapat melakukan kajian lanjutan guna memastikan penyebab pasti serta membuka peluang pemanfaatan sumber air tersebut secara aman bagi masyarakat sekitar, seperti untuk kebutuhan air bersih atau program Pamsimas, sekaligus mencegah risiko kejadian serupa di masa mendatang.

(Ardy Mu’tamar)