Elegi Perpisahan

Elegi Perpisahan

by Bumiara

 

Indah larik jingga di khatulistiwa

ketika gerimis usai basahi dunia.

Ku kayuh rakit yang pernah beri makna,

perlahan menjauh dari dermaga

tempat namamu tak lagi bersandar.

 

Angin berhembus,

menyimpan sisa doa

yang terlupa

di lipatan layar yang kian lelah.

Ombak berkilau seperti ingatan

yang tak meminta untuk diselamatkan.

 

Aku belajar berpisah tanpa suara.

Jarak kini guru,

mengajarkan ikhlas

tanpa harus lupa.

 

Malam datang tanpa nama.

Bintang tak bertanya arah.

Ada gamang ketika aku pergi,

seperti cintamu

yang memilih menjadi kenangan.

 

Kita pernah searah angin senja,

lalu waktu memadamkan nyalanya.

Rindu memendai selaksa hujan

yang turun

di dalam dada.

 

Jika cinta adalah pengorbanan,

di sini aku berhenti.

Bukan karena tak sanggup melanjutkan,

melainkan karena

perpisahan pun

butuh tempat

untuk tinggal