Dinas Kehutanan Sumbar Tinjau KTH Budi Agung Lestari Dalam Kesiapan Menerima Bantuan

Agam, Sumatera barat293 Dilihat

Agam, Banua minang.co.id, Sekretariat Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat tinjau kesiapan lahan Kelompok Tani Hutan Budi Agung Lestari budidaya madu kelulut di kampung Jambak Kecamatan Sianok Anam Suku Kabupaten Agam pada hari kamis 9 Juli 2026.

KTH Budi Agung Lestari budi daya madu kelulut atau yang lebih di kenal dengan madu galo-galo atau lebah tampa sengat yang di Ketuai oleh Jasryanto Sutan Basa, Sekretaris Megi Aditya dan Bendahara Helmayanti yang mempunyai anggota sebanyak 16 orang mendapat bantuan dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Asril SE yang getol untuk memberikan bantuan melalui anggaran Pokirnya yang bersifat memperbaiki perekonomian masyarakat di Bidang Peternakan.

KTH mengajukan Sebanyak 125 lok ( kotak budidaya ) madu dengan jenis itama karena diwaktu pengajuan tidak ada lok Tora-Sika. Sementara menurut Sekretariat Perhutani Provinsi Sumbar Rizky Hamid mengatakan kepada kelompok yang tersedia lok jenis Tora-Sika. Karena Tora-Sika lebih mahal, KTH Budi Agung Lestari paling dapat sekitar 60 lok tutur Sekretariat.

Megi Adhitya sebagai Sekretaris menghitung pengurangan dari anggaran awal seharusnya KTH Budi Agung Lestari mendapatkan sekitar 75 lok. Karena KTH sudah mempersiapkan tempat untuk lok lebih dari 100 titik. Dan KTH sangat bersyukur karena mendapatkan lok tora-sika karena hasil dari madunya lebih kental, dan lebahnya tidak terlalu liar.

Rizky hamid dari Sekretariat Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar mengatakan kepada KTH, madu ini dapat mencegah stanting, jadi kita harus memperbanyak produksi, dan bisa diolah menjadi sachetan, dan dipasarkan sesuai dengan kebutuhan. Lebah ini juga menghasilkan Propolis zat resin alami yang bisa diolah menjadi sabun, kosmetik dan obat-obatan. lok ( tempat budidaya ) bisa disalurkan ke kelompok paling cepat di bulan Agustus dan paling lambat di bulan September 2026 sesudah selesai semua administrasinya tutup Rizky.

Tim BM