Tiga Bulan, 1.004 Koperasi Merah Putih Tumbuh di Riau–Kepri

Riau82 Dilihat

Pekanbaru, BanuaMinang.co.idProgram pembangunan Koperasi Merah Putih yang digagas sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah pedesaan dan kelurahan terus menunjukkan perkembangan signifikan di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

 

Hingga tiga bulan pelaksanaan, capaian pembangunan koperasi telah mendekati 50 persen dari total target yang ditetapkan.

 

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menyampaikan bahwa dari total sekitar 2.281 desa dan kelurahan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, sebanyak 1.004 koperasi telah dibangun atau masih dalam proses pembangunan.

 

“Dalam waktu tiga bulan berjalan, capaian kita sudah hampir 50 persen. Ini menunjukkan progres yang cukup baik dan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun,” ujar Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Rabu, 28 Januari 2026.

 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih dilakukan secara bertahap dan terukur. Setiap tahapan pelaksanaan terus dipantau dan dievaluasi secara rutin setiap pekan bersama pimpinan guna memastikan percepatan pembangunan tetap berada di jalur yang telah direncanakan.

 

“Progres ini terus kita evaluasi setiap minggu bersama pimpinan. Fokus kita adalah percepatan pembangunan, karena koperasi ini akan menjadi instrumen penting di kemudian hari, terutama untuk memastikan ekonomi kerakyatan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa dan kelurahan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Mayjen Agus menuturkan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih mendapat respons positif dari masyarakat.

 

Antusiasme warga dinilai menjadi modal utama dalam keberlanjutan program, mengingat pembangunan koperasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung sejak tahap awal.

 

Menurutnya, keterlibatan warga bukan hanya sebatas sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembangunan dan pengelolaan koperasi itu sendiri.

 

Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan mampu tumbuh sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa dan kelurahan.

 

“Rata-rata masyarakat menyambut baik dan merespons positif pembangunan koperasi ini. Kita berkolaborasi dan melibatkan masyarakat, karena pada akhirnya koperasi ini akan membangun desa itu sendiri,” katanya.

 

Melalui pembangunan Koperasi Merah Putih, pemerintah berharap tercipta penguatan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.

 

Koperasi ini diharapkan menjadi wadah produktif bagi masyarakat desa dan kelurahan dalam meningkatkan kesejahteraan serta mendorong kemandirian ekonomi dari tingkat lokal.