Prabowo Subianto dan/atau Ganjar Pranowo? PSI Tegak Lurus Jokowi

Prabowo Subianto dan/atau Ganjar Pranowo? PSI Tegak Lurus Jokowi

 

Oleh: Andre Vincent Wenas

 

 

Memang sulit berdiskusi dengan orang yang cemburu buta.

 

Sudah dari awal dibilangin, bahwa saling mengunjungi – bahkan kalau itu untuk mencari dukungan – adalah hal yang lumrah saja. Alasan di permukaan adalah silaturahmi.

 

Bahwa kemarin Prabowo Subianto dan tim lengkap dari Gerindra bertandang ke basecamp PSI dan disambut dengan tangan terbuka adalah juga sudah sewajarnya.

 

Hal sama juga dilakukan oleh parpol lainnya, bahkan semua parpol.

 

Tapi kenapa saat Prabowo berkunjung ke PSI dan disambut dengan meriah langsung dicap bahwa PSI pasti mendukung Prabowo. Khan bukan begitu ceritanya.

 

Kalau parpol lain mau berkunjung dan membangun komunikasi politik kita yakin PSI tidak akan menyuruh mereka memohon-mohon sambil merangkak. Dan kedatangan mereka tidak akan diklaim sebagai otomatis merupakan bentuk dukungan.

 

Kok cemburuan amat ya? Kayak orang pacaran aja. Ini politik lho. Judulnya: Politik Kegembiraan, seperti pesan Jokowi. Jadi ya rileks saja.

 

Kemudian ada juga yang mengirim file-file lama tentang “hubungan buruk” antara PSI dengan Prabowo yang berhasil mereka gali lagi. Bak arkeolog digital, semua jejak digital ditelusuri.

 

Misalnya soal “Kebohongan Awards” dari PSI buat Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief di awal tahun 2019 lalu.

 

Mantan Sekjen PSI yang sekarang lagi jadi Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni pun santai saja menanggapi bahwa ‘hoaks award’ itu diberikan gegara kebohongan besar yang ditebar para buzzer-nya untuk mendiskreditkan pemerintahan Jokowi di awal tahun 2019.

 

Bertubi-tubi datangnya, dan PSI menganggapnya sebagai bencana tsunami hoaks melanda Indonesia di tahun politik pada waktu itu.

 

Prabowo, PSI dan Jokowi nampaknya sekarang rilek-rileks saja. Yang sewot justru segelintir penonton di masa kini. Mereka berusaha mengungkit-ungkit peristiwa “lucu-lucuan” di masa lalu itu.

 

Entah apa motifnya.

 

Jelas sekali bahwa uring-uringannya mereka itu dilandasi alasan yang sama sekali tidak jelas. Bingung khan?

 

Sampai saat ini belum terdengar ada pernyataan resmi PSI untuk “menyatakan dukungan” terhadap Prabowo sebagai bacapres.

 

Kunjungannya kemarin itu adalah upaya membangun komunikasi politik. Biasa saja bukan? Namanya juga parpol normal, bukan parpol gagu.

 

Sementara yang jelas ada adalah “catatan sejarah” tentang pernyataan PSI dukungannya pada pasangan “Ganjar Pranowo – Yenny Wahid” sebagai baca(wa)pres 2024 sejak tahun lalu (Oktober 2022).

 

Dukungan itu, sejauh ini kita dengar belum pernah dicabut.

 

Dan, yang juga jelas ada adalah: gestur penolakan PDIP terhadap dukungan PSI pada Ganjar Pranowo.

 

Jadi gimana dong?

 

Yang sedari awal didukung malah menolak, sedangkan yang awalnya tidak didukung malah menyambangi.

 

Ya, jadi gimana dong?

 

Atau kalau pilihannya jadi: Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo? Atau sebaliknya. Tapi mungkinkah?

 

 

Jakarta, Jumat 4 Agustus 2023

Penulis :

Andre Vincent Wenas,MM,MBA. Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *