Mahasiswa KKN Universitas Andalas Laksanakan Sosialisasi dan Instalasi Yellow Trap, Lubang Biopori, dan Pestisida Nabati di Nagari Sungai Patai

Tanah datar118 Dilihat

Nagari Sungai Patai, BanuaMinang.co.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Tahun 2026 melaksanakan program kerja sosialisasi dan instalasi Yellow Trap, Lubang Biopori, dan Pestisida Nabati pada Minggu, 9 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Nagari Sungai Patai.

 

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan bersama Kelompok Tani Alba, sementara proses instalasi dilakukan langsung di perkebunan cabai milik warga. Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan hama tanaman, pengelolaan limbah rumah tangga, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap metode pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

 

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN memperkenalkan Yellow Trap sebagai salah satu metode pengendalian hama yang sederhana dan efektif. Yellow Trap merupakan jebakan hama berwarna kuning yang dipasang di tengah area perkebunan. Warna kuning berfungsi untuk menarik perhatian serangga hama, sehingga dapat membantu petani memantau sekaligus mengurangi populasi hama tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya.

 

Selain itu, mahasiswa juga mensosialisasikan pembuatan lubang biopori, yaitu lubang resapan air yang berfungsi untuk meningkatkan daya serap tanah sekaligus sebagai tempat pengolahan pupuk kompos. Lubang biopori dibuat dengan memanfaatkan sampah organik dan limbah rumah tangga, sehingga tidak hanya membantu kesuburan tanah, tetapi juga mengurangi permasalahan sampah di lingkungan sekitar.

 

Program kerja ini juga mencakup pengenalan pestisida nabati yang terbuat dari daun pepaya. Pestisida nabati ini digunakan sebagai upaya pengendalian hama tanaman sejak awal masa tanam, baik sebagai pencegahan hama maupun penyakit tanaman. Penggunaan bahan alami diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan.

 

Penanggung jawab program kerja, Dimas Andika Prasetya, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi pertanian yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

 

“Kami ingin memperkenalkan metode pengendalian hama dan pengelolaan lingkungan yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan ilmu ini secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Roy Pratama selaku penanggung jawab program kerja lainnya menyampaikan bahwa program ini dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

 

“Kami melihat masih banyak petani yang bergantung pada pestisida kimia. Melalui pestisida nabati, biopori, dan yellow trap, kami ingin menunjukkan bahwa ada cara lain yang lebih aman namun tetap efektif,” jelasnya.

 

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan instalasi langsung di perkebunan cabai warga. Mahasiswa bersama anggota kelompok tani dan warga setempat memasang Yellow Trap, membuat lubang biopori, serta mempraktikkan pembuatan dan penggunaan pestisida nabati. Kegiatan praktik ini disambut dengan antusias oleh warga yang turut aktif bertanya dan terlibat langsung dalam proses instalasi.

 

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung, terutama terkait cara perawatan Yellow Trap, bahan alternatif pestisida nabati, serta manfaat jangka panjang lubang biopori bagi kesuburan tanah. Warga juga menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan metode ini secara berkelanjutan di lahan pertanian masing-masing.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Nagari Sungai Patai, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan. Program kerja ini juga menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, kelompok tani, dan masyarakat dalam membangun pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. (Firmansyah dan rekan)