Tanah Datar, BanuaMinang.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan mengajar dan edukasi anak usia dini di TK Al Azhar, Nagari Sungai Patai, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan dan perlindungan anak, khususnya dalam menanamkan pemahaman dasar mengenai pengenalan tubuh dan batasan pribadi sejak usia dini. Senin, 5 Januari 2026.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan berada di bawah koordinasi Kepala Sekolah TK Al Azhar, Bu Hasneli, S.Pt.. Mahasiswa KKN berperan sebagai pendamping guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan metode yang komunikatif, ramah anak, dan mudah dipahami oleh siswa.
Materi pembelajaran yang diberikan meliputi pengenalan bagian-bagian tubuh serta pemahaman mengenai bagian tubuh yang bersifat privasi atau pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak agar mampu mengenali tubuhnya sendiri serta memahami batasan yang harus dijaga dalam berinteraksi dengan orang lain.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga mengajak siswa mengikuti simulasi melalui kegiatan bernyanyi dan peragaan gerakan. Anak-anak diajak menyanyikan lagu sederhana sambil memperagakan bagian tubuh, sekaligus menunjukkan bagian tubuh mana saja yang termasuk bagian privasi dan harus dilindungi. Metode ini membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan membantu anak-anak memahami materi dengan lebih baik.
Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa metode bernyanyi dan simulasi dipilih agar anak-anak lebih mudah mengingat materi yang disampaikan.
“Melalui lagu dan gerakan, anak-anak menjadi lebih aktif dan antusias. Kami berharap pesan tentang menjaga tubuh dan berani berkata tidak dapat tertanam sejak dini,” ujarnya.
Bu Hasneli, S.Pt., selaku Kepala Sekolah TK Al Azhar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Edukasi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Metode bernyanyi dan peragaan membuat anak-anak lebih mudah memahami mana bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh,” tuturnya.
Melalui kegiatan mengajar dan edukasi ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan karakter serta upaya perlindungan anak di lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dan menghormati batasan tubuh pribadi. (Firmansyah)






