Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

Jakarta116 Dilihat

Jakarta, BanuaMinang.co.id Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyebutkan bahwa untuk mewujudkan target Indonesia Emas 2045 diperlukan fondasi kemandirian bangsa yang kokoh.

 

“Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja, tapi perlu fondasi yang kokoh. Fondasi itu adalah kemandirian bangsa, kita harus berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang pangan, energi, air, pertahanan, dan ekonomi,” kata Ace saat memberikan sambutan dan pembekalan Pembukaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-224 di Lemhannas RI pada Kamis (5/2).

 

Meski demikian, ada tantangan yang harus dihadapi untuk menuju kemandirian bangsa, antara lain persaingan global yang ketat, isu ketahanan pangan dan energi, serta kebutuhan sumber daya manusia unggul.

 

“Untuk mengantisipasi tantangan tersebut perlu adanya karakter bangsa yang kuat, karakter yang mampu mengimplementasikan empat konsensus dasar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Negara Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, serta asta cita yang merupakan bintang pemandu membangun kemandirian bangsa,” jelas Ace.

 

Dalam paparannya, Ace juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan untuk mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh, yaitu dengan membentuk karakter, watak, kepribadian, dan jiwa nasionalisme bangsa guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Penguatan nilai-nilai kebangsaan bukan hanya sebagai nurani kebangsaan, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial, membangun kesadaran geopolitik, dan kompas moral bangsa guna mewujudkan tujuan nasional.

 

Selain itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan juga sangat penting untuk menghadapi dan mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri guna menjamin eksistensi, integritas, dan kelangsungan hidup berbangsa dan berbangsa, serta terwujudnya ketahanan nasional.

 

Ace berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Ia juga menyampaikan agar para peserta jangan pernah lelah untuk terus mengembangkan diri, karena melalui pelatihan yang diikuti akan lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh. “Jangan pernah lelah membekali diri, karena dari pelatihan inilah lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh,” tutup Ace.

 

Kegiatan dengan tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh 100 peserta terdiri dari 35 birokrat, 13 akademisi, organisasi profesi 45 orang, organisasi masyarakat 6 orang, dan TNI/Polri sebanyak 11 orang. Pelaksanaan kegiatan selama delapan hari mulai tanggal 5 sampai dengan 12 Februari 2026.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Lemhnnas RI Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H.; Sekretaris Utama Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si.; Plt. Deputi Kebangsaan Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E.; Deputi Pendidikan Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P.; Plt. Deputi Pengkajian Strategik Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M.; Ketua IKABNAS; para pejabat struktural; serta perwakilan tenaga ahli pengajar; tenaga ahli pengkaji; dan tenaga profesional Lemhannas RI. (Tim red)