Melawi, BanuaMinang.co.id — Dewan Pimpinan Daerah Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (DPD RAJAWALI) Kabupaten Purwakarta Jawa Barat mengeluarkan kecaman keras terkait kasus pengeroyokan wartawan Jejak DigitalNews, JN, oleh ratusan penambang emas tanpa izin (PETI) di Melaw Kalimantan Barat. Insiden ini semakin memperburuk catatan kelam kekerasan terhadap jurnalis di Kalimantan Barat, terutama yang terkait dengan peliputan aktivitas pertambangan ilegal.
“Tindakan brutal para penambang PETI ini adalah bentuk nyata pelanggaran terhadap kebebasan pers dan merupakan ancaman serius bagi keselamatan jurnalis yang menjalankan tugasnya,” tegas Nana Cakrana Ketua DPD RAJAWALI Purwakarta dalam pernyataan persnya hari ini. “Kami mengutuk keras aksi premanisme ini dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, menangkap, dan menghukum seberat-beratnya para pelaku serta menyikat seluruh jaringan peti di Melawi” Tegasnya
Ketua Rajawali juga menyoroti bahwa kasus JN bukanlah insiden tunggal. Kekerasan terhadap wartawan di Kalbar kerap kali dipicu oleh pemberitaan terkait PETI . Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Kalbar berada dalam kondisi darurat dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
“Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan iklim yang aman dan kondusif bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya,” lanjut Nana “Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku.”
Kronologi Kejadian
Seperti diberitakan sebelumnya, JN, wartawan Jejak DigitalNews, menjadi korban pengeroyokan oleh ratusan penambang PETI di kawasan Pasar Laja, Desa Paal, Nanga Pinoh, pada Sabtu (30/8/2025) pagi. Aksi main hakim sendiri ini diduga dipicu oleh kekesalan para penambang atas pemberitaan kegiatan ilegal mereka di Sungai Darat yang ditayangkan Jejak DigitalNews beberapa hari sebelumnya. Akibat pengeroyokan tersebut, JN mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Seruan untuk Perlindungan Wartawan
Kasus pengeroyokan JN menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap wartawan di Kalbar. Rajawali menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik dan tidak melakukan tindakan kekerasan atau intimidasi terhadap wartawan. Aparat penegak hukum juga diminta untuk meningkatkan perlindungan terhadap wartawan yang bertugas di lapangan, terutama yang meliput isu-isu sensitif seperti PETI.
Penulis: TIM RAJAWALI
Sumber: DPP RAJAWALI
Ket Foto: Istimewa