YD Strap Bag Tenun-Booth 22: Curi Perhatian dan Raih Antusiasme Pengunjung Memandang Wastra dengan Citra Nan Anggun

Jakarta88 Dilihat

Jakarta, BanuaMinang.co.id Hari pertama, Booth nomor 22 menjadi salah satu pusat perhatian dalam rangkaian pameran wastra dan kriya melalui penampilan koleksi strap bag berbahan tenun yang memadukan kekayaan budaya Nusantara dengan sentuhan desain modern yang elegan. Tata visual booth yang didominasi nuansa etnik menghadirkan atmosfer hangat dan artistik, namun tetap tampil eksklusif dan berkelas sehingga mampu menarik minat para pengunjung dari berbagai kalangan. Antusiasme pengunjung terlihat sangat besar sejak awal kegiatan berlangsung, bahkan penjualan produk strap bag tenun di booth nomor 22 telah mencapai 76 buah, menunjukkan tingginya minat publik terhadap produk wastra Nusantara yang inovatif dan berkualitas. Kamis, 7 Mei 2026.

 

Apresiasi yang tinggi tampak ketika Ny. Uli Maruli Simanjuntak selaku Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana mengunjungi YD Strap dan memberikan perhatian khusus terhadap karya-karya yang dipamerkan. Beliau menunjukkan apresiasi atas kemampuan mengolah kain tenun menjadi produk wastra yang memiliki daya saing serta nilai artistik yang kuat. Kehadiran beliau sekaligus menjadi bentuk dukungan moral terhadap para perempuan kreatif yang terus berupaya mengangkat potensi lokal menjadi karya bernilai ekonomi dan budaya.

 

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Ny. Ira M. Fadjar selaku Ibu Ketua Persit KCK PG Kostrad dan Ny. Ira Fikri Musmar selaku Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad yang turut memberikan apresiasi mendalam terhadap kualitas dan konsep produk yang ditampilkan. Ketertarikan mereka terlihat dari perhatian terhadap detail produk, mulai dari pemilihan motif, teknik pengerjaan, hingga perpaduan desain tradisional dan modern yang mampu menghadirkan kesan eksklusif tanpa meninggalkan identitas etniknya. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi pelaku kreatif untuk terus menghasilkan inovasi yang mampu bersaing di tengah perkembangan industri fesyen nasional.

 

Seluruh apresiasi dan perhatian yang diberikan kepada YD Strap Bag pada booth nomor 22 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ny. Dyah Fandy Dharmawan sebagai kreator karya strap bag tenun tersebut. Melalui kreativitas dan dedikasinya, beliau berhasil menghadirkan produk yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki makna budaya dan nilai pemberdayaan yang kuat. Keberhasilan penjualan yang mencapai puluhan produk dalam waktu singkat pada hari pertama menjadi indikator nyata bahwa inovasi berbasis budaya lokal memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikemas secara kreatif dan profesional. Momentum ini diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan produk kriya berbasis tenun serta memperkuat peran perempuan dalam melestarikan budaya melalui inovasi kreatif yang berkelanjutan.

(Brigif 13/Galuh)