Palupuh, BanuaMinang.co.id — Sebanyak 160 KK penerima bantuan bencana hidrometeorologi 2025 Agam, di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, hari ini (Jum’at,17/4) memenuhi panggilan dari pemerintah Nagari.
Zul Arfin selaku Walinagari mendata usaha untuk peningkatan ekonomi bagi warga yang terdata selaku penerima bantuan tersebut.
Kebanyakan para warga menyatakan bahwa mereka akan melaksanakan kegiatan pertanian, peternakan dan sebagai modal untuk berdagang.
Dalam kesempatan tersebut, Zul Arfin juga mempertanyakan kepada masyarakat terkait bantuan jaminan hidup (Jadup), yang diterima oleh warga dari Kemensos melalui Dinas Sosial yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
“Beredar informasi bahwasanya ada pemotongan sebesar 10 % oleh perangkat nagari terkait Jadup yang diterima pada hari Senin (13/4). Apakah itu benar dan siapa nama perangkat yang melakukan hal tersebut?” Tanya Walinagari Pasia Laweh ini kepada para penerima bantuan.
“Indak ado doh pemotongan tu nyiak… Bulek kami tarimo sabanyak nan tatulih ntun.” Jawab beberapa warga.
Selanjutnya Walinagari berharap agar nantinya bantuan untuk modal usaha yang nantinya akan dikucurkan oleh pemerintah, dapat membantu menunjang perekonomian bagi masyarakat penerima bantuan.

Dalam pertemuan itu, Zul Arfin juga berharap kepada masyarakat khususnya nagari Pasia Laweh untuk meneliti keabsahan informasi yang bergulir ditengah masyarakat melalui media sosial.
Dimana besaran bantuan jaminan hidup dari Kemensos ini besarnya adalah Rp1.350.000,-/jiwa dalam satu KK penerima bantuan.
Sebelumnya, kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si. menyatakan kepada BanuaMinang melalui media WhatsApp (Rabu,15/4) bahwasanya Kemensos melalui Dinas Sosial Kabupaten Agam kembali akan menyalurkan bantuan sebesar Rp8.000.000,-/KK.
“Dimana sebesar 3juta rupiah untuk bantuan pembelian isi/perabot rumah tangga dan 5juta untuk modal usaha,” terang Kadis Sosial Agam.
Terkait ada 3 nama dari warga yang tidak menerima Jadup dari kecamatan Palupuh yaitunya di nagari Koto Rantang, Villa Erdi, membenarkan bahwasanya pengusulan nama dari kabupaten Agam untuk bantuan Jadup ini sebanyak 2427 KK.
“Ada sekitar 114 KK se Agam, yang tidak keluar datanya, hal ini sudah kita beritahukan ke Kemensos dan akan ada penambahan data bagi 114 KK tersebut, dan kami akan mengirimkan formulir nya ke kecamatan-kecamatan untuk dilengkapi.” Terang Villa Endri.
(iing chaiang)
