Tuduhan Nepotisme tak Terbukti, yang Demo di BSP Bukan Anak Siak

Riau105 Dilihat

Pekanbaru, BanuaMinang.co.id Hanya penggiringan opini. Tuduhan nepotisme pun tak terbukti. Itulah yang terlihat dari aksi yang dilakukan belasan orang mengatasnamakan mahasiswa ke kantor PT. Bumi Siak Pusako (BSP), Jalan Sudirman. Ironinya, yang ikut demo ternyata bukan anak Siak.

 

Meskipun sejak awal aksi demo tersebut tersebar kabar ada yang menunggangi dan mengada-ngada saja, namum pihak PT. BSP tetap menampung aspirasi. Tampak Sekretaris Perusahaan,

Ardian Ardi, Plt. External Affair Manager, Tengku Suaib Kamal, Team Manager Community Development, Tengku Muchlis, menemui pedemo.

 

Kepada pedemo, Sekretaris Perusahaan, Ardian Ardi, sempat meminta agar mahasiswa menunjukan bukti tuduhan nepotisme di tubuh perusahaan milik pemerintah daerah itu. Bahkan para pedemo juga tidak bisa menyebutkan nama keluarga atau kerabat bupati yang mereka tuduhkan.

 

“Adik-adik ini mahasiswa, namun ketika kami tanya mana bukti tak bisa menunjukkannya, kami khawatir adik-adik ditunggangi oleh orang-orang tak bertanggung jawab,” ucap Adrian.

 

Sementara itu Team Manager Community Development, Tengku Muchlis, menegaskan, bahwa sampai detik ini belum ada anak kandung Bupati Siak Afni yang bekerja di BSP. Keluarga Bupati yang dituduhkan menjadi Manager, juga bukan orang luar melainkan karyawan tetap yang sudah berkarir selama 20 tahun lebih di BSP, sehingga profesionalismenya sudah teruji.

 

“Jadi semua tuduhan yang dialamatkan kepada Bupati Siak Afni sangat tidak berdasar. Tidak ada pengangkatan khusus apalagi nepotisme sebagaimana dituduhkan. Bupati Afni justru meminta kami menjaga kredibilitas BSP dengan bekerja transparan dan profesional,” ungkap Muklis.

 

Hariansyah, salah seorang pedemo ketika diwawancarai wartawan, ditanyai nepotisme bupati mana yang dimaksud, menjawab tergagap-gagap. Dia lebih banyak ketawa. Begitu didesak bupati mana dan nepotismenya seperti apa, “Dugaan Bupati Siak,” katanya.

 

“Siapa saja nama-nama yang dimaksud nepotisme tersebut, biar kami tulis,” tanya wartawan.

 

Hariansyah menjawab, “Jangan lah Pak.”

 

“Kenapa,” desak wartawan.

 

Di tengah Hariansyah kelihatan bingung, teman sebelahnya dengan nada tinggi mengatakan, “Itu kan rahasia kami, Pak. Nanti kami diskusikan sama orang tu (BSP),” katanya seraya berlalu. (Tim red)