SDN 08 Mengadakan Musyawarah Terkait Kekurangan Guru

Agam189 Dilihat

Palupuh, BanuaMinang.co.id Wali murid SDN 08 Nan Limo Mudik mengadakan rapat dan musyawarah bersama komite sekolah. Terkait kekurangan guru di sekolah tertua di Kecamatan Palupuh ini. (Khamis, 10/9/26).

 

Selain wali murid dan pihak sekolah, musyawarah ini juga dihadiri oleh Walinagari Pasia Laweh, Walinagari Nan Limo, Bhabinsa Nan Limo, Kepala Pustu Nan Limo Mudik, serta kepala jorong dilingkungan sekolah.

 

Pada umumnya warga yang sekolah di SDN 08 ini berasal dari Jorong Aur Kuning (Nagari Pasia Laweh), Jorong Paninggiran Baruah, Paninggiran Ateh, Sarik Laweh dan warga dari jorong Kuran-kuran (Nagari Nan Limo).

 

Selain pembahasan tentang kekurangan guru, juga pembahasan terkait program Nasional MBG dan juga masa bakti pengurus komite sekolah yang sudah berakhir serta pembahasan tentang program kedepannya dan kelanjutan pembangunan tempat ibadah (mushola) di sekolah.

 

Jonnedi, selaku kepala sekolah memaparkan bahwasanya guru PNS sebanyak 3 orang (termasuk kepsek) guru PPPK sebanyak 1 orang, guru honor sebanyak 2 orang.

 

“Untuk guru kelas saat ini kita kekurangan 2 guru kelas yaitunya untuk guru kelas 3 dan guru kelas 4. Dimana sebelumnya untuk guru kelas 4 honoriumnya berasal dari bantuan dari komite sekolah dan wali murid,” terang Jonnedi.

 

“Mengingat pada hari Senin besok salah seorang guru dari SDN 08 Nan Limo Mudik yang akan menjabat menjadi kepala sekolah di SDN 07 Nan Limo Hilir, jadi hal ini tentunya berdampak terhadap kekurangan guru kelas di sekolah kita.” lanjutnya.

 

Mengingat hal tersebut, seluruh wali murid sepakat untuk menanggulangi honorium untuk dua orang guru kelas dengan cara menyumbang sebesar Rp8000/wali murid/bulan.

 

Sementara Walinagari Pasia Laweh, Zul Arfin Dt. Parpatiah, memberikan bantuan sebesar Rp1juta kepada pihak sekolah untuk penambahan honor guru.

 

“Saya menyumbang sebesar Rp200ribu/bulan untuk honor guru di SDN 08 ini, selama 10 bulan. dan hari ini saya serahkan sebesar Rp1juta, dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak pengurus.” ungkap walinagari Pasia Laweh.

 

 

Terkait dugaan keracunan makanan, Walinagari Pasia Laweh menghimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Labor dan menunggu keputusan dari pemerintah.

 

“Dalam hal ini instansi terkait sudah menganalisanya, diharapkan masyarakat tidak berargumen hingga menjadi polemik ditengah masyarakat. Pemerintah akan melakukan hal yang terbaik untuk warganya.” tutupnya.

 

Serda Zul Ahmedi, Babinsa Nan Limo juga memaparkan bahwasanya SDN 08 sudah didaftarkan sebagai penerima program TMAB (TNI AD Manunggal Air Bersih) untuk tahun 2027, ungkapnya.

 

“Dimana ini adalah sebuah program unggulan dari TNI Angkatan Darat untuk menyediakan fasilitas air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkannya, kegiatan ini berupa pembangunan sumur bor, untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting dan kebutuhan fasilitas umum.” lanjut Zul Ahmedi.

 

Lenrawati, selaku kepala Pustu Nan Limo Mudik menghimbau wali murid untuk menyediakan sarapan pagi untuk para siswa yang akan kesekolah dan juga pentingnya kebersihan tubuh dengan mandi sebelum kesekolah.

 

Terkait dugaan insiden pada hari Selasa (1/9), Lendrawati membenarkan bahwasanya pada hari Selasa tanggal 1 September 2026, di SDN 08 terjadi gejala demam dan mual yang dialami oleh 21 siswa.

 

“Saya dihubungi oleh ketua komite dan langsung kesekolah, penanganan awal sudah dilakukan dan disarankan pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas apabila gejala masih ada kepada wali murid,” lanjutnya.

 

Selain hal tersebut, Lendrawati juga menyampaikan program kesehatan yang akan dilaksanakan di sekolah, yaitunya seperti imunisasi MR (Measles Rubella) untuk mencegah penyakit campak dan rubela, Imunisasi DT (Diphtheria Tetanus) untuk mencegah difteri dan tetanus, Imunisasi Td (Tetanus diphtheria) sebagai lanjutan pencegahan difteri dan tetanus, dan Imunisasi HPV (Human Papillomavirus) dosis pertama untuk mencegah kanker serviks.

 

Iing selaku ketua komite, juga memaparkan terkait insiden pada tanggal 1 September. Dimana para siswa di SDN 08, belum menerima MBG pada hari itu dan dugaan keracunan makanan diketahui pada hari Rabu (2/9) setelah koordinasi dengan dinas kesehatan yang menyatakan banyak sekolah yang mengalami gejala yang sama.

 

Terkait tugas komite, berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 adalah memberikan pertimbangan, mendukung sumber daya, mengawasi pelayanan pendidikan, serta menampung aspirasi, iing menyatakan akan menggalang dana dan sumber daya pendidikan dari masyarakat (baik perorangan, organisasi, maupun dunia usaha) melalui upaya kreatif, inovatif, dan bersifat sumbangan sukarela yang tidak mengikat.

 

Selanjutnya mengenai kekurangan guru kelas, ketua komite akan mendiskusikan dan melaporkan hal tersebut kepada dinas pendidikan, agar jumlah guru atau tenaga pendidik bisa dinyatakan memadai dan lengkap di sekolah tertua di kecamatan Palupuh ini.

 

Terkait pembangunan musholla, pengurus komite berencana akan menghubungi panitia pembangunan yang telah lama ditunjuk (hampir 15 tahun) dan akan menyampaikan hal tersebut dalam waktu dekat.

 

“Insyaallah dalam waktu dekat, kami pengurus komite akan memberitahukan hal tersebut kepada walimurid dan semua pihak sekaligus tentang masa bakti kepengurusan komite sekolah yang sudah habis. Paling lama dalam rentang 3 bulan struktur kepengurusan komite yang baru terbentuk dan panitia pembangunan musholla ada kejelasannya.” lanjutnya.

 

Terkait program MBG, iing menghimbau kepada walimurid yang tidak ingin menerima program ini, agar membuat surat pernyataan. Dan terkait dugaan keracunan makanan, kita tunggu hasil Labor dan pernyataan resmi dari pemerintah. tutup iing.

 

(iing chaiang)