Saluran Air Bersih dari Gunung Singgalang menuju Padanglua Terputus

Agam955 Dilihat

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Agam, Banuaminang.co.id. ~~ Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Jorong Padanglua 1 yang lebih dikenal dengan Belakang Puskesmas, Nagari Padanglua Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Menerima hasil dari program Pamsimas tahun 2019 dengan anggaran APBN melalui dinas PUPR.

Dengan jalur pipa induk sepanjang kurang lebih 6,5 km dari gunung Singgalang Jorong Salimpariak ke Jorong Padanglua 1, karena sumur galian dan sumur bor yang dipakai masyarakat 90 % airnya berwarna kuning dan berbau.

Tingginya curah hujan pada tanggal 1 Februari 2022 membuat peningkatan debit air di Sungai Batang Agam meningkat. Hal ini menyebabkan 2 batang pipa induk dari besi yang berukuran 3 inchi terputus di sambungan. Bahkah tiang penyangga pun ikut patah, coranpun ikut hancur. Pipa induk dari sumber air ke bak BPT(saringan) dan bak Reservoar (bak penampungan) dengan ukuran L5m X P12m T2,30 m yang menampung air pun ikut lepas karena terkena longsor.

Akhirnya saluran air bersih dari arah Nagari Sungai Tanang menuju Nagari Padanglua Kecamatan Banuhampu terputus.

Pengurus tidak punya anggaran untuk biaya perbaikan, sudah 2 tahun berjalan belum adanya pungutan biaya beban pemakai air. Biaya selama ini diambil dari biaya sambungan rumah (SR) Rp. 1.700.000,- / meteran air sesuai dengan hasil rapat di mushola batu hitam pada awal perencanaan program. Bahkan hasil rapat itu sudah ada kesepakatan harga Rp.2000,-/ m3 rumah tangga , Rp. 3.000,- /M3 untuk usaha.

Belum adanya pungutan atas biaya beban per M3, pengurus membicaran hal ini kepada ketua Bamus Nagari Padangluar Jufri Arif.s.Sos yang ditemui di kantor Kecamatan Banuhampu, pada hari Rabu (16/02/22) agar adanya Perna (peraturan nagari) yang mengacu ke Perda dan Undang-undang yang berlaku di Indonesia tentang retribusi.

Jufri Arif yang juga pegawai kecamatan mengatakan bahwa di desa Pakan Sinayan sedang membahas retribusi ini, karena 7 dari 9 jorong menerima program Pamsimas ini. Untuk di Padang luar buat saja kesepakatan dengan pemakai air, dan ditanda tangan oleh perwakilan pemakai air, sesuai dengan kesepakatan, sampai perna ini selesai tuturnya.

Apakah Program ini akan dibawah Bumnag (Badan Usaha Milik Nagari)? nanti dibicarakan karena Bumnag di bawah Dinas PMD dan Pamsimas dibawah Dinas PUPR!. Apabila dibumnagkan maka akan putus kordinasi dengan PUPR tuturnya.

Dari 140 meteran air yang telah terpasang, ada sekitar 800 jiwa yang menerima pasokan air bersih ini. Satu sambungan rumah (SR) dipakai lebih dari satu buah rumah atau kontrakan.

Asosiasi air utusan dari pusat yang berkantor di kabupaten Agam sudah datang ke pengurus untuk tahap lanjutan. Pengurus mengarahkan agar sambungan diarahkan ke arah Mesjid Jami’ Padang Luar, sekitar 400 KK dan 2000 jiwa yang membutuhkan air bersih.

Dari 400 KK pengurus mengisi data tertulis yang diberikan, agar pemerintah dapat menganggarkan dan membantu RP. 1.000.000,- per KK karena akan disambungnya pipa induk dari jalur siambek dan membuat menara air setinggi kurang lebih 15 m di tabek (kolam) nagari agar pelimpahan air masuk ke dalam kolam, yang belum terealisasi. (Yori H)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *