Putra Pimum BanuaMinang, Siswa SMP N 7 Bukittinggi, Raih Medali Emas Kelas Festival Komite Pemula Berat 40 Kg dalam Kejuaraan Karate Jam Gadang Inkanas Bukittinggi

Bukittinggi330 Dilihat

Bukittinggi, BanuaMinang.co.id Kegigihan dan semangat pantang menyerah mengantarkan Rafqi Kurnia Farrass, siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Bukittinggi, meraih Medali Emas pada kelas Festival Komite Pemula Berat 40 Kg dalam Kejuaraan Karate Jam Gadang Inkanas Bukittinggi yang digelar dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang, Minggu (26/7/2026).

 

Putra pasangan Dempy Kurniawan dan Ani, Pimpinan umum media online Banuaminang.co.id, tersebut sukses mengharumkan nama keluarga dan dojo setelah tampil gemilang di GOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Gurun Aur Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.

 

Keberhasilan Rafqi terasa semakin istimewa. Sehari sebelumnya, ia harus mengakui keunggulan lawan pada nomor Kumite yang menjadi pengalaman pertamanya tampil di arena pertandingan resmi.

 

“Rafqi memang baru pertama kali mengikuti pertandingan Kumite sehingga masih perlu beradaptasi. Kekalahan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ujar ayahnya, Dempy Kurniawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

 

Menurut Dempy, Rafqi merupakan atlet binaan Dojo SD Jamiatul Hujjaj, tempat ia pernah mengenyam pendidikan dasar. Di dojo tersebut, ia berlatih setiap Sabtu sore di bawah bimbingan Senpai Denil Andri Yanto, A.Md., bersama Asisten Pelatih Rahayu, dengan pembinaan Penasehat Sensei R. Bambang Sudewo. Sementara pada Minggu pagi, latihan dilanjutkan di Dojo Benteng Fort De Kock bersama Senpai Dedi.

 

Usai mengalami kekalahan, pelatih langsung melakukan evaluasi terhadap teknik bertanding Rafqi. Senpai Denil meminta Rafqi memperbaiki posisi kaki kiri sebagai tumpuan depan agar pertahanan lebih kokoh dan tendangan kirinya lebih efektif.

 

“Hanya dalam waktu sehari, berkat arahan pelatih, dukungan keluarga, serta semangat untuk bangkit, Rafqi mampu memperbaiki penampilannya hingga akhirnya meraih medali emas,” kata Dempy.

 

Senpai Denil Andri Yanto juga mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat Rafqi cepat berpuas diri.

“Teruslah berlatih, termasuk latihan sederhana di rumah untuk meningkatkan kecepatan tangan. Menang adalah hasil, tetapi rendah hati adalah karakter yang harus dimiliki setiap atlet,” pesannya.

 

Di sisi lain, Dempy menitipkan pesan kepada putranya agar tetap menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan.

 

“Tetap semangat, jangan sombong, jangan lupakan pendidikan, kurangi bermain handphone, terus berlatih, jangan cepat puas dengan prestasi hari ini karena perjalanan masih panjang. Jadilah atlet yang berprestasi sekaligus pribadi yang rendah hati,” tutupnya.

 

Prestasi Rafqi menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Dengan disiplin, kerja keras, bimbingan pelatih, serta doa dan dukungan keluarga, kekalahan dapat diubah menjadi sebuah kemenangan yang membanggakan.

 

(Fendy Jambak)