Padang, BanuaMinang.co.id — Pasca bencana banjir besar yang melanda Kota Padang, kepedulian terhadap lingkungan dan pemulihan kawasan terdampak menjadi hal yang penting. Hadir sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Green Rangers Event (GRE) merupakan event yang dinaungi Kementerian Lingkungan Hidup, BEM KM Universitas Andalas. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah aksi tanam pohon yang dilaksanakan di kawasan hunian warga pascabencana, tepatnya di Jalan Rimbo Panjang, Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Agam Kuantan yang memberikan bantuan berupa 400 bibit unggul produktif, terdiri dari tanaman alpukat, mangga, kelengkeng, dan durian. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penghijauan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Berlangsung di kawasan hunian warga pascabencana, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya merespons kondisi lingkungan setelah bencana banjir besar yang melanda Kota Padang. Kegiatan dipusatkan di Musholla Al-Barkah, Jalan Rimbo Panjang, Batu Busuk, dan melibatkan masyarakat RT 01 Rimbo Panjang dalam proses penanaman serta pemanfaatan bibit.

Presiden mahasiswa BEM KM Universitas Andalas, Saudara Shabbarin Syakur menyampaikan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kegiatan penanaman, tetapi menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam menindaklanjuti kondisi pascabencana.
“Kegiatan ini merupakan agenda yang sangat penting dan berharga, bagaimana mahasiswa dan masyarakat berkolaborasi dalam merespon atau menindaklanjuti pasca bencana. Harapannya kegiatan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan bisa menjadi pegangan untuk masa yang akan datang. Karena kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan awal dari harapan masa depan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua RT 01 Rimbo Panjang, Bapak Iswanto. Ia menyambut baik pemberian bibit unggul produktif kepada masyarakat karena dinilai dapat memberikan manfaat bagi warga ke depannya. Menurutnya, sebagian besar masyarakat memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menanam dan mengembangkan bibit yang diberikan.
Sebanyak tiga jenis bibit, yaitu alpukat, kelengkeng, dan mangga, diserahkan kepada masyarakat untuk segera ditanam dan dirawat. Sementara itu, bibit durian akan ditanam oleh panitia sebagai bagian dari aksi penghijauan di kawasan tersebut. Penyerahan bibit secara simbolis turut menjadi penanda dimulainya aksi penghijauan yang melibatkan Menteri Lingkungan Hidup BEM KM Universitas Andalas, Ketua RT 01 Rimbo Panjang, Ketua Pelaksana, dan Ketua BEM KM Universitas Andalas.
Kegiatan ini juga turut didampingi oleh penyuluh dari Dinas Kehutanan yang memberikan arahan dalam proses penanaman. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak tersebut menjadi langkah bersama dalam mendorong pemulihan lingkungan, penghijauan, serta pemanfaatan lahan masyarakat secara berkelanjutan.
Hari ini, kita menanam bibit. Esok, kita menanti tumbuhnya harapan. Karena bumi yang pulih lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Dari Kita, Jadi Aksi, Untuk Bumi!
Penulis: Naura Syakira Nozla





