Pemko Bukittinggi Evaluasi Status ODF dan Perkuat Implementasi STBM 2026

Bukittinggi381 Dilihat

Bukittinggi, BanuaMinang.co.id  — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan gelar kegiatan Evaluasi Status Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kota Bukittinggi Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota, Rabu, 29 April 2026.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan evaluasi dan verifikasi capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam rangka mempertahankan status Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) di Kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan berbagai unsur terkait serta diikuti sekitar 100 peserta dari SKPD dan OPD terkait.

 

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat. Kota Bukittinggi telah berhasil mencapai status Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) pada 2022, dengan akses jamban sehat meningkat hingga 89,39 % pada 2026. Namun, hasil verifikasi lapangan masih menemukan pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar karena dialirkan ke riol kota, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

 

Terkait IPLT, Pemko Bukittinggi mematangkan strategi pembangunan fasilitas terpadu untuk mendukung kota bersih dan sehat. Satu unit tengah dibangun di Talao, namun kapasitasnya masih terbatas, sehingga ke depan direncanakan penambahan fasilitas melalui pembangunan mandiri, edukasi teknologi sanitasi, dan kerja sama dengan daerah lain.

 

Sekda menambahkan, STBM mencakup lima pilar utama: Stop BABS, CTPS, PAMM-RT, PS-RT, dan PLC-RT. Ke depan, Pemko Bukittinggi mendorong penguatan lintas sektor, percepatan pembangunan IPLT, peningkatan akses sanitasi aman, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ODF dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

(Diskominfo)