Di ruang
yang kehilangan fajar,
seekor gagak
mengasah paruh
pada singgasana.
Penanya
tak lagi
mengenal luka.
Ia
mencelupkan aksara
ke semir sepatu,
lalu
mengajari cermin
cara memalsukan matahari.
Ketika istana
menjadi abu,
gagak itu
tetap bernyanyi.
Sebab
yang dipatuknya
sejak mula
adalah
bangkai
harga dirinya.
#foryou





