Elegi Ranah Terkoyak
by Bumiara
Biarkan saja mereka
anak sago di talang rantau,
Tumbuh bayang-bayang
tanpa akar yang kuat
Ranah ini mengandung doa,
Pada sawah, surau, dan lidah ibu
Kini ia di injak langkah yang lupa arah pulang
Kami tak mengejar
dengan amarah atau sumpah,
Cukup titipkan
nama Minang pada angin
Suatu hari pasti singgah di dada mereka
Jika kelak mereka kembali,
Jangan sambut dengan sorak.
Suruh dengarkan sunyi kawah Marapi
Tempat api mengajar arti kesombongan
Dan bila tinggal
hanya tulang belulang
Biarlah kami basuh
di Talago Kumbang dan Dewi
Air yang masih hafal
cara memaafkan.
Di Singgalang kami tanam kembali ingatan
Bahwa ranah ini
tak pernah menolak anak
Hanya meminta
mereka pulang
sebagai manusia
yang tahu dari mana
ia pernah diciptakan.






