Wako Ramlan Temui Pengungsi, Minta Warga Pindah Dari Bibir Ngarai

Bukittinggi130 Dilihat

Bukittinggi, BanuaMinang.co.id Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menemui warga yang direlokasi dari bibir ngarai, ke salah satu MDA yang berada di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang (BCKR), Jumat, 28. November 2025. Selain memberikan support, wako juga sampaikan harapan, untuk warga agar tidak lagi tinggal di bibir ngarai, yanh rawan dengan longsor.

 

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir, cukup berdampak pada Kota Bukittinggi. Setidaknya, ada dua titik longsor di Kelurahan BCKR. Selain itu, terdapat 15 pohon tumbang, lima lokasi genangan air, di Sanjai, Garegeh, Talao dan sejumlah daerah lainnya.

 

Meski tidak ada korban jiwa, namun pemerintah berharap, warga terus waspada. Cuaca ekstrem diprediksi masih terus berlanjut. Untuk sementara, dari Kelurahan BCKR, diungsikan sebanyak 16 KK dengan 49 jiwa.

 

“Kemarin masih ada longsor di Bukik Cangang, ada dua titik. Sekarang warga di sana yang kita ungsikan sebanyak 16 KK dengan 49 jiwa, termasuk anak anak. Mereka kita ungsikan di MDA di daerah setempat,” ungkap Ramlan.

 

Wako meminta warga agar menjauhi bibir ngarai dan kawasan rawan longsor lainnya. Karena musibah dan bencana, bisa terjadi kapan saja dan untuk antisipasi korban jiwa dan kerugian materil, Pemko Bukittinggi telah menerbitkan perda tata ruang sejak beberapa tahun lalu.

 

“Kita dari pemerintah tentu ingin masyarakat itu aman dan nyaman. Namun persoalannya, masih ada warga kita yang tinggal di bibir ngarai. Makanya, perda tata ruang itu mengatur hal tersebut. Ada jarak aman dari pinggir ngarai, untuk bisa ditinggali. Untuk itu, kita di pemerintah tidak mengizinkan untuk tinggal di sana, karena resikonya besar. Pemerintah berharap, warga yang berada di pinggir ngarai ini, bisa pindah ke lokasi yang aman dan nyaman,” harap Wako.

 

Saat ini, para pengungsi terus diberikan perhatian, bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, kepolisian, TNI dan dari MBG, termasuk dari pihak kesehatan, untuk mencek kesehatan para pengungsi.

 

(Diskominfo)