Wakil Bupati Agam bersama Rombongan Melakukan Pengecekan di Puskesmas Palupuh serta Dapur SPPG Pasia Laweh

Agam453 Dilihat

Palupuh, BanuaMinang.co.id Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd. Lutfi AR, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. H. Hendri Rusdian, BINDA Bukittinggi/Agam Frandika, Balai POM Payakumbuh, Kapolsek Palupuh IPTU M. Raufuddin Silitonga, Sekcam Palupuh Rabain, Personel Koramil Palupuh, Koordinator BGN Kecamatan Palupuh Rezki Ferman, Kepala SPPG Palupuh Wahyu, Pihak Yayasan Affa Adicitta, Yunika Fernandez serta personel Polsek Palupuh, mengunjungi pasien dugaan keracunan makanan di Puskesmas Palupuh. (2/9/26).

 

Kedatangan orang nomor dua di Agam ini bersama rombongan terkait penanggulangan dan pengecekan terkait adanya dugaan gangguan kesehatan/keracunan makanan yang dialami penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh SPPG Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

 

Berdasarkan informasi sementara, keluhan kesehatan mulai dirasakan oleh penerima manfaat pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 sore hari, setelah sebelumnya menerima dan mengonsumsi makanan program MBG.

 

Sampai dengan hari Rabu tanggal 02 September 2026, tercatat sementara sekitar 280 orang penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan berupa sakit kepala, sakit perut, mual dan demam yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA serta guru. (data akuratnya BanuaMinang masih menantikan informasi dari kepala puskesmas Palupuh, Diva Riza)

 

Dari jumlah tersebut, 2 (dua) orang penerima manfaat telah dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Dalam rangka penanggulangan dan pengecekan kondisi penerima manfaat, Wakil Bupati Agam bersama rombongan melakukan pengecekan di Puskesmas Palupuh serta dapur SPPG Pasia Laweh, guna memperoleh informasi awal terkait proses pengolahan dan penyediaan makanan MBG.

 

Sampel makanan dari SPPG Pasia Laweh telah diambil oleh pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Balai POM Sumatera Barat. Sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.

 

Sebagai langkah penanggulangan sementara, Bupati Agam melalui Wakil Bupati Agam menginstruksikan aktivitas operasional/pengolahan dan pendistribusian makanan pada dapur SPPG Pasia Laweh dihentikan sementara sampai dengan keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai POM Sumatera Barat.

 

Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan untuk memastikan keamanan makanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat, serta bukan merupakan kesimpulan bahwa makanan SPPG telah terbukti menjadi penyebab gangguan kesehatan.

wawancara BanuaMinang dengan Wakil Bupati Agam, Kadis Kesehatan Agam dan Kapolsek Palupuh.
Foto istimewa by: Roni.

 

Wawancara BanuaMinang dengan Wakil Bupati Agam:

“Harapan kita, kedepannya hal ini jangan terulang kembali, tentu harus diperhatikan kebersihannya, sistim pengolahan sampai ke sistem pendistribusiannya. Itu harus diperhatikan semua, insyaallah tidak akan terjadi kerancuan, dan pengawasan harus diperketat.” ungkap M. Iqbal.

 

Hal ini tentunya menjadi Polemik di kecamatan Palupuh dan Agam. Apakah himbauan dari Wabup terhadap masyarakat?

Langkah pertama dari Pemkab, kita meminta agar MBG di stop dulu operasi dapurnya, kemudian kita himbau kepada masyarakat, jika ada anak-anaknya yang terindikasi tentang gejala-gejala yang kemungkinan keracunan makanan, segeralah datang ke Puskesmas agar diobati.

 

“Masyarakat diharap tenang, karena Pemkab Agam tentu tidak tinggal diam, kita tentunya membantu masyarakat, dan kita akan memastikan apa penyebab dari keracunan ini. Sekarang ini lagi tahap investigasi, sedang diselidiki. Jadi kita mohon bersabar,” lanjut Wakil Bupati Agam.

 

Setelah hasilnya keluar, nanti akan kita sampaikan kepada pihak dapur, pihak sekolah. Bahwasanya ini dari memang berasal dari makanan apa, dan terus bakterinya ini bakteri apa, tambahnya.

 

Terkait himbauan kepada masyarakat penerima MBG bagaimana?

“Kita himbau jangan panik… tenang… saat ini tentu harap lebih dipahami bahwasanya dalam seminggu ini (MBG/red) tidak beroperasi dan anak-anak kita tidak mendapatkan MBG. Tetapi setelah investigasi selesai, dapur akan beroperasi lagi. MBG akan berjalan dengan normal, mereka (penerima manfaat/red) akan mendapatkan kembali MBG, tutupnya.

 

Wabup Agam dan Rombongan di dapur SPPG Pasia Laweh.
Foto istimewa BanuaMinang.

Wawancara BanuaMinang dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Agam:

“Makanan ini berasal dari hari Senin (31/8) bukan hari Selasa. Keluhan gejalanya terasa pada hari Selasa pagi, Selasa malam dan hingga tadi pagi,” terangnya.

 

Apakah dugaan keracunan ini sudah bisa dikatakan penyebabnya dari MBG?

“ya…kalau kita lihat, gejala yang sama dimakan oleh banyak orang, tentu sumbernya sama dan dugaan sementara berasal dari MBG, tentunya kita menunggu hasil lebih lanjut dari hasil Labor BPOM Padang,” ungkapnya.

 

Berapalamakah hasil Labor tersebut keluar?

“Itu lebih kurang seminggu, berdasarkan pengalaman sebelumnya di Lubuk Basung. Mudah-mudahan dalam waktu seminggu, hasilnya sudah bisa diketahui.” tutup dr. H. Hendri Rusdian.

 

Wabup Agam bersama rombongan di Puskesmas Palupuh.
Foto istimewa BanuaMinang.

Pernyataan dari Kapolsek Palupuh

“Kami himbau masyarakat jangan panik apalagi membuat opini yang nantinya dapat menjadi polemik dan akan dapat berakibat tersangkut kasus hukum, percayalah pemerintah akan memberikan hal yang terbaik untuk masyarakat,” ungkap IPTU M. Raufuddin Silitonga.

 

Terkait hal ini, Polsek Palupuh beserta jajaran akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna kelanjutan dugaan keracunan ini. tambah Kapolsek.

 

“Bahwa sampai saat ini belum dapat dipastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat dan belum dapat disimpulkan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh makanan MBG dari SPPG Pasia Laweh, sehingga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Sumatera Barat serta keterangan medis dari pihak terkait.” tutup Kapolsek Palupuh.

 

Pernyataan dari owner Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya

“Insyaallah kami siap bekerjasama dan membantu tim investigasi, dan kami pastikan kami akan kooperatif.” ungkap Yunika Fernandez.

 

Penerima manfaat MBG yang dikelola oleh SPPG Pasia Laweh sebanyak 2.618. Terdiri dari 30 Sekolah (TK, SD, SMP dan SMA) dan 20 Posyandu, Ibu menyusui 175, Ibu hamil 78, Balita 389 dan kader sebanyak 389 orang. siswa TK sampai kelas 3 SD sebanyak 609 dan siswa kelas 4-SMA sebanyak 1327 orang tutupnya.

 

Saat ini BanuaMinang menantikan data terbaru dari Puskesmas Palupuh tentang berapa jumlah pasien yang diduga keracunan makanan ini, apabila sudah didapatkan BanuaMinang akan mengabarkannya.

 

(iing chaiang)