Ulama dan Santri Turun Tangan, JKSN Riau Perkuat Sinergi dengan Polda

Riau200 Dilihat

Pekanbaru, BanuaMinang.co.id JKSN Riau dan Polda Riau memperkuat sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kolaborasi itu mengemuka dalam silaturahim dan audiensi pengurus Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Wilayah Riau bersama Kapolda Riau di Mapolda Riau, Jumat, 4 September 2026.

 

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahim. JKSN Riau menawarkan peran ulama dan santri sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga suasana sosial tetap kondusif.

 

Dalam audiensi, kedua pihak membahas penguatan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk upaya menangkal paham radikalisme, memperkuat toleransi, serta merawat ruang publik agar tidak mudah terseret konflik.

 

JKSN Riau juga menyatakan kesiapan menjadi cooling system di tengah masyarakat. Pendekatan keumatan dan dakwah yang sejuk dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk meredam potensi perpecahan.

 

Perwakilan JKSN Riau turut menyampaikan apresiasi terhadap kepolisian yang dinilai berperan menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Riau. Sinergi antara pesantren dan kepolisian diharapkan tidak berhenti pada komunikasi formal, tetapi berlanjut melalui program kemitraan di tengah masyarakat.

 

Kapolda Riau bersama jajaran pejabat utama Polda Riau menyambut kehadiran para kiai, ulama, dan perwakilan santri tersebut.

 

Kapolda menilai keberadaan kiai dan santri memiliki posisi penting dalam menjaga moral serta ketertiban sosial. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan lingkungan pesantren.

 

Selain persoalan kamtibmas, pertemuan turut menyinggung program keumatan dan pembinaan masyarakat berbasis pesantren. Program tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan agenda kemitraan masyarakat yang dikembangkan Polda Riau.

 

Kapolda Riau juga mengajak masyarakat mengambil peran lebih aktif dalam menjaga lingkungan melalui program Green Policing.

 

“mari tidak hanya menjadi korban terhadap bencana tp menjadi pelaku untuk penghijauan lingkungan”.

 

Pesan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Penghijauan tidak hanya ditempatkan sebagai respons terhadap bencana, tetapi sebagai langkah pencegahan yang membutuhkan partisipasi bersama.

 

Audiensi kemudian menghasilkan kesepahaman untuk menjaga komunikasi antara JKSN Riau dan Polda Riau. Kedua pihak berkomitmen mengawal pembangunan daerah dalam suasana aman, damai, religius, dan terbuka terhadap keberagaman.

 

Pertemuan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol penguatan hubungan antara kalangan pesantren dan Kepolisian Daerah Riau.

 

Sejumlah pengurus PW JKSN Riau yang hadir dalam audiensi tersebut yakni Ketua PW JKSN Riau Kyai Tohir, S.Pd., Wakil Ketua Muhd. Asrar Rais, Sekretaris M. Ma’ruf Zain, M.H., Bendahara H. Kristian Ali Mafa, serta Wakil Bendahara Kyai Asyrofi.

 

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara institusi kepolisian, ulama, dan santri. Dengan komunikasi yang terjaga, kedua pihak berharap potensi konflik sosial dapat ditekan dan kehidupan masyarakat Riau tetap berlangsung dalam suasana yang sejuk.