Tinggalkan Jejak Pengabdian, Mahasiswa KKN IAIN Bengkalis Bangun Tugu di Tanjung Gadai

Riau217 Dilihat

Kepulauan Meranti, BanuaMinang.co.id  — Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis meninggalkan jejak pengabdian di Desa Tanjung Gadai, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, melalui pembangunan sebuah tugu.

 

Program tersebut menjadi salah satu karya nyata mahasiswa selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka mengerjakan pembangunan secara bertahap bersama perangkat desa dan masyarakat setempat.

 

Kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong. Mahasiswa, aparatur desa, serta warga terlibat dalam proses pengerjaan hingga tugu tersebut berdiri.

 

Pembangunan tugu tidak semata diarahkan untuk mempercantik lingkungan desa. Karya itu juga menjadi penanda kehadiran mahasiswa KKN sekaligus simbol kebersamaan yang terbangun selama menjalankan pengabdian.

 

Koordinator KKN Desa Tanjung Gadai, Fandi, mengatakan pembangunan tugu merupakan bagian dari program kerja yang sengaja dirancang agar mahasiswa meninggalkan karya yang dapat dikenang masyarakat. (20/8/26).

 

“Kami berharap tugu ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pernah ada cerita, kebersamaan, dan pengabdian mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis di desa ini.”

 

Dukungan masyarakat turut memperlancar pembangunan. Warga ikut terlibat dalam proses pengerjaan sehingga program tersebut dapat berjalan dalam suasana kebersamaan.

 

Mahasiswa berharap masyarakat terus merawat tugu tersebut setelah masa KKN berakhir. Dengan begitu, karya yang dibangun bersama tidak berhenti sebagai proyek sementara, tetapi tetap menjadi bagian dari lingkungan dan kenangan warga Desa Tanjung Gadai.

 

Program ini sekaligus mencerminkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan selama berada di desa, tetapi juga berupaya meninggalkan karya yang memiliki nilai sosial.

 

“Kami datang membawa ilmu, pulang membawa cerita, dan meninggalkan karya untuk desa.” Tutup Fandi.

(rm)