Pembangunan Jembatan Garuda Kodim 1428/Mamasa Wujud Hadirnya Negara di Tengah Rakyat

Sumatera barat111 Dilihat

Mamasa, BanuaMinang.co.id Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan Garuda memerintahkan seluruh jajaran satuan teritorial untuk mendata kebutuhan jembatan yang mendesak diperbaiki maupun dibangun di Kabupaten Mamasa. Senin (30/3/2026)

 

Wilayah Kabupaten Mamasa yang memiliki kontur perbukitan dan pegunungan menjadikan jembatan sebagai akses vital penghubung antarwilayah. Dari hasil pendataan awal, tercatat sedikitnya 78 jembatan di daerah tersebut membutuhkan perbaikan.

 

Perhatian terhadap kondisi jembatan di wilayah tersebut semakin meningkat menyusul insiden beberapa anak yang terjatuh dari jembatan beberapa waktu lalu.

 

Kejadian ini menjadi perhatian serius Dandim 1428/Mamasa, Edwin Hermawan, yang kemudian mengajukan permohonan kepada Mabesad agar pembangunan dan perbaikan jembatan dapat diprioritaskan guna menjamin keselamatan masyarakat.

 

Pembangunan jembatan saat ini melibatkan personel Kodim 1428/Mamasa bersama masyarakat Desa Tadisi secara gotong royong. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 1428/Mamasa, Edwin Hermawan, yang turun ke lapangan memastikan proses berjalan optimal.

 

Pembangunan Jembatan Garuda yang dilaksanakan Kodim 1428/Mamasa ini juga menjadi wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah terpencil.

 

Program ini sejalan dengan visi dan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan konektivitas daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok.

 

Melalui pembangunan jembatan ini, diharapkan akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar dan aman, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

Dalam keterangannya, Letkol Arh Edwin Hermawan, S.H., M.A.P menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.

 

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan, di mana jembatan menjadi akses utama bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Kejadian yang sempat terjadi menjadi perhatian serius bagi kami, sehingga kami berupaya mempercepat pembangunan ini,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama warga sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

“Meski cuaca beberapa hari terakhir kurang bersahabat karena hujan terus mengguyur, kami tetap optimis pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu. Kami menargetkan, dengan kerja sama yang solid, pembangunan jembatan ini dapat rampung dalam waktu kurang dari satu bulan,” tambahnya.

 

Memasuki hari kelima pengerjaan, tantangan cuaca masih menjadi kendala utama. Namun demikian, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan demi meningkatkan keselamatan dan konektivitas wilayah di Kabupaten Mamasa.(Tim)