Pasia Laweh: Peletakan Batu Pondasi Rumah Pola RISHAM Pertama di Agam

Agam117 Dilihat

Palupuh, BanuaMinang.co.id Romi Hardian, salah satu warga jorong Kampuang Pasia Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh. Hari ini rumahnya dilakukan peletakan batu pertama oleh Kadis Perkim Agam, Camat Palupuh, Wali Nagari Pasia Laweh dan dari pihak PT. Panorama Agung Utama. Selasa, 20 Januari 2026.

 

Dimana rumah milik Romi Hardian ini, hanyut terbawa air waktu bencana alam 2025. Pembangunan rumah ini sepenuhnya bantuan dari PT. Panorama Agung Utama PT. Kreasi Prima Land dengan pendamping teknis relawan ITB 79 dan dewan pakar HUD Institute. Pembangunan hunian tetap ini berjenis RISHAM (Rumah Instant Hemat Aman).

 

Zul arfin, wali nagari Pasia Laweh mengucapkan terimakasih kepada undangan yang hadir. Apresiasi kami kepada relawan ITB dan kepada Dt. Taman Soho yang telah memberikan tanah untuk pembangunan RISHAM ini.

 

Wali nagari menyerahkan piagam penghargaan kepada Ir Doddy Sudrajat.

“Penghargaan ini kami berikan atas nama pemerintah nagari kepada Ir. Doddy Sudrajat. Dimana beliau bukanlah orang Palupuh tetapi ikut peduli terhadap bencana yang dialami oleh kecamatan Palupuh.” Ungkap wali Nagari Pasia Laweh.

Penyerahan piagam penghargaan dari walinagari Pasia Laweh kepada Ir. Doddy Sudrajat.

 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam Rinaldi, ST, MT, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Ir. Doddy Sudrajat yang sudah membantu RISHAM di kabupaten Agam, khususnya Nagari Pasia Laweh. Bukan hanya dana tetapi juga mempersiapkan material dan tenaga ahli untuk RISHAM di kampuang Pasia Nagari Pasia Laweh ini, ungkap Rinaldi.

 

Terkait pembangunan pasca bencana, kadis perkim ini menyatakan bahwasanya kabupaten Agam butuh bantuan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan juga swasta, bebernya.

 

Selain itu, Rinaldi juga menerangkan tentang relokasi mandiri dan juga relokasi kolektif. Juga membeberkan tentang Huntara dan Huntap.

 

“Rumah RISHAM ini sudah memiliki SNI, terkait pembangunan Huntap atas bencana alam, kemungkinan akan ada kerjasama dengan perusahaan ini, dan tidak tertutup kemungkinan untuk perusahaan lain,” terang Rinaldi.

 

Sebanyak 412 huntara, huntap relokasi masih didata, karena ada yang mandiri dan kolektif. Kebutuhan rumah untuk masyarakat Agam lebih dari 1700 rumah, akibat bencana alam ini, baik ringan, berat ataupun hilang atau hanyut. Sedangkan DTH 612 data yang masuk kemarin, tutup Rinaldi.

 

Sementara dari pihak PT. Panorama Agung Utama, Ir Doddy Sudrajat juga memberikan piagam kepada wali jorong Kampuang Pasia, Yogi Okta Wijaya atas kerjasamanya dalam hal program RISHAM.

 

Ir. Doddy Sudrajat dengan balok coran untuk rumah RISHAM.

Bangunan rumah RISHAM ini tahan gempa, ekonomis, praktis dan mudah pengerjaannya, ujarnya.

Berdasarkan keterangan bahwasanya beton-beton tersebut dibawa dari bandung. Dan ini adalah rumah RISHAM yang pertama untuk kabupaten Agam. Lanjutnya.

 

Romi Hardian, ditempat terpisah mengucapkan terimakasih kepada pihak PT. Panorama Agung Utama PT. Kreasi Prima Land dengan pendamping teknis relawan ITB 79 dan dewan pakar HUD Institute, serta kepada pemerintah yang telah membuatkan rumah ini, dan juga kepada inyiak Dt. Taman Soho yang telah menyerahkan tanah untuk perumahan ini.

 

Acara ini juga dihadiri oleh masyarakat dan juga mahasiswa KKN dari Universitas Andalas Padang.

 

(iing chaiang)