Keluarga Pancur Batu Sampaikan Pengaduan kepada Wapres Gibran, Bobby Nasution Janji Beri Perhatian

Sumut187 Dilihat

Karo, BanuaMinang.co.id Suasana haru mewarnai pertemuan keluarga asal Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).

 

Keluarga tersebut bahkan terlihat menangis saat menyampaikan persoalan hukum yang mereka hadapi kepada Wapres Gibran. Mereka mengaku sebagai korban pencurian, namun dalam perkembangan perkara, salah satu anggota keluarga justru ditetapkan sebagai tersangka dan sempat menjalani penahanan.

 

Sementara itu, tiga anggota keluarga lainnya disebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Medan.

 

Menurut informasi yang kami dapatkan pada 13 September 2026, Persoalan tersebut, bermula dari pencurian yang terjadi di toko usaha milik keluarga mereka di wilayah Kecamatan Pancur Batu pada 22 September 2025.

 

Keluarga mengungkapkan, dalam peristiwa tersebut terdapat dua orang yang mengambil semua isi brankas toko. Sehari kemudian, pada 23 September 2025, keluarga mengaku berhasil menangkap orang yang mereka sebut sebagai pelaku di Hotel Kristal.

 

Menurut keluarga, upaya menangkap orang tersebut dilakukan setelah mereka mendapatkan arahan serta pendampingan dari pihak kepolisian.

 

Namun, perkembangan perkara justru membuat keluarga mengaku berada dalam posisi yang berlawanan dengan apa yang mereka harapkan.

 

Salah satu anggota keluarga ditetapkan sebagai tersangka dan sempat menjalani penahanan selama 30 hari. Sementara tiga anggota keluarga lainnya disebut masuk dalam DPO Polrestabes Medan.

 

Kondisi tersebut membuat keluarga terus berupaya mencari kejelasan dan penyelesaian terhadap persoalan hukum yang mereka hadapi.

 

TEMUI WAPRES GIBRAN DI KABUPATEN KARO

Harapan itu kemudian mereka sampaikan langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo.

 

Keluarga berusaha menemui Wapres untuk menyampaikan pengaduan sekaligus menyerahkan surat yang berisi persoalan hukum yang menurut mereka hingga kini belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.

 

Dalam kesempatan tersebut, keluarga juga menyerahkan dua lembar surat tanda laporan polisi yang menurut mereka berkaitan dengan laporan terhadap dua orang tua dari pihak yang disebut sebagai pelaku pencurian toko mereka.

 

Keluarga menyebut laporan tersebut telah berjalan sekitar tujuh bulan, namun mereka mengaku belum memperoleh perkembangan yang sesuai dengan harapan di Polrestabes Medan maupun Polda Sumatera Utara.

 

Tangis keluarga pecah ketika persoalan tersebut disampaikan di hadapan Wapres Gibran.

 

Mereka berharap pengaduan yang disampaikan langsung kepada pemerintah pusat dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum.

 

Wapres Gibran yang didampingi Gubernur Sumatera Utara terlihat menerima surat pengaduan yang disampaikan keluarga tersebut.

 

Penyerahan surat itu menjadi harapan keluarga agar persoalan yang mereka hadapi mendapatkan perhatian serta penyelesaian yang berkeadilan.

 

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mendampingi Wapres Gibran juga sempat terkejut mendengar ada korban pencurian yang nangkap maling jadi tersangka dan dpo di Polrestabes Medan saat keluarga menangis di depan Gibran.

 

Bobby juga berjanji akan menelusuri dan menindak lanjuti hal tersebut.

Saat hendak pergi meninggalkan rumah sakit Amanda keluarga korban kembali teriak, “tolong kami ya pak bobby,” sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Gubsu.

 

Bobby yang mendengar hal tersebut langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman sambil mengatakan iya.

 

“yang polisi itu kan, iya iya,” ucap bobby sambil pergi meninggalkan rumah sakit Amanda berastagi kabupaten karo mendampingi Wapres melanjutkan perjalanan.