Jenazah Nazwa Aliya Tiba di Tanah Air, Isak Tangis Keluarga Pecah di Kualanamu 

Sumut30 Dilihat

Medan, BanuaMinang.co.id Suasana haru dan tegang menyelimuti area Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Minggu (31/8/2025) pagi. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Nazwa Aliya, warga Indonesia yang wafat di Kamboja, tiba di tanah air. Prosesi pemulangan jenazah dari Kamboja ini mendapat pengawalan ketat dari organisasi masyarakat Grib Jaya Kota Medan.

 

Jenazah Nazwa Aliya, yang dilaporkan meninggal dunia pada 12 Agustus 2025 lalu, diserahterimakan secara resmi oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Grib Jaya Kota Medan.

 

Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Grib Jaya Kota Medan, Dudi Efni Pasaribu, menandatangani langsung Berita Acara Serah Terima dari perwakilan BP3MI Sumatera Utara. Penandatanganan ini menjadi simbol legalitas pelimpahan tanggung jawab untuk prosesi pemulangan jenazah ke rumah duka.

 

“Terima kasih atas doa-doanya, jenazah Nazwa telah sampai di Indonesia,” ujar Dudi Efni didampingi Sekretaris DPC GRIB Jaya Medan, Drs. Toyib Marbun, di hadapan awak media.

 

Grib Jaya Kota Medan sejak awal berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh mengantarkan jenazah dari Bandara Kualanamu hingga ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

 

Sementara itu, Rina dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa pemerintah telah berhasil memulangkan jenazah WNI tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kita telah memulangkan jenazah Nazwa Aliya ke tanah air,” ucapnya. Menurut keterangannya, Nazwa Aliya meninggal dunia di Kamboja pada 12 Agustus 2025 akibat overdosis obat.

 

Di tengah suasana duka, ibunda almarhumah, Lanniari Hasibuan, tak kuasa menahan tangisnya. Dengan suara tersedu-sedu, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses kepulangan putrinya.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kepulangan anak saya, terutama kepada Bapak Ferdy Sembiring, Ketua Rudi Ginting, dan Bapak Dudi Efni yang telah membantu kepulangan anak saya sampai ke rumah,” ungkap Lanniari pilu.

 

(Leodepari)