Pekanbaru, BanuaMinang.co.id — Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) menegaskan bahwa audit terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Riau (PT SPR) mutlak harus dilakukan. Audit tersebut dinilai penting untuk menjamin transparansi pengelolaan perusahaan sekaligus memastikan progres rencana bisnis berjalan tepat sasaran.
Ketua Umum INPEST, Ir. Ganda Mora, SH, M.Si, menyatakan bahwa pengembangan dan pelaksanaan rencana bisnis di setiap perusahaan milik pemerintah harus jelas agar mampu menghasilkan keuntungan maksimal. Menurutnya, pengelolaan rencana bisnis dan keuangan BUMD wajib dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta dipublikasikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Keuangan perusahaan juga harus diaudit secara berkala agar pengelolaannya transparan. Sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi, PT SPR harus dijalankan secara profesional dan tunduk pada keputusan pemegang saham, yaitu Pemprov,” ujar Ganda.
Ia bahkan mempertanyakan pengelolaan keuangan perusahaan dalam kurun waktu panjang. “Audit ini penting, sejak tahun 2015 sampai 2026, ke mana semua uang tersebut? Ini harus dibuka secara terang-benderang kepada publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, profesionalisme dan transparansi manajemen menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan.
Lebih lanjut, Ganda menekankan bahwa seorang direktur utama BUMD harus memiliki pengalaman yang memadai, kepemimpinan yang kuat, serta pemahaman strategi bisnis yang baik. Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan besaran dividen yang disetorkan kepada pemegang saham, yakni pemerintah daerah.
“Ini kunci agar BUMD mampu bersaing dan memberikan kontribusi optimal bagi daerah. Komisaris dan jajaran direksi harus loyal kepada pemilik saham dan berorientasi pada peningkatan dividen daerah. Jika tidak mampu atau tidak transparan, maka direksi, terutama direktur utama, dapat diganti melalui RUPS,” tegasnya.
Ganda juga menilai, direktur utama BUMD harus mampu menggali dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam daerah sebagai program kerja nyata. Menurutnya, Provinsi Riau memiliki potensi besar, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga sektor pertambangan seperti minyak, batu bara, dan emas.
“Jangan hanya mengelola dana yang sudah ada, seperti Participating Interest dan saham dari Pemprov. PT SPR bisa membangun pabrik kelapa sawit di beberapa daerah, merekrut tenaga kerja dari berbagai disiplin ilmu, dan pada akhirnya meningkatkan dividen bagi daerah,” tutup Ganda, Jumat (23/1/2026). (Rm)






