Dulu Menyeberang Sungai, Kini Warga Yo’o Menanti Jembatan yang Lebih Aman

Sumut139 Dilihat

Nias, BanuaMinang.co.id Harapan masyarakat Desa Sihare’o III Bawosalo’o Berua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, untuk memiliki akses penyeberangan yang aman kini semakin mendekati kenyataan. Memasuki Jumat (21/8/2026), Satgas Bakti TNI terus melanjutkan pembangunan Jembatan Modular di Sungai Yo’o dengan progres mencapai 48 persen. Jembatan sepanjang 30 meter tersebut merupakan bagian dari program yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga menjangkau wilayah terpencil.

 

Pada pelaksanaan pekerjaan hari ini, personel Satgas Bakti TNI melaksanakan pengecoran abutmen tepi dekat sebagai salah satu tahapan konstruksi jembatan. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini harus menyeberangi Sungai Yo’o tanpa sarana penghubung yang memadai. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas warga, mulai dari pergi ke sekolah, membawa hasil pertanian hingga memperoleh layanan kesehatan, terlebih saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong bersama personel Yon TP 905/TS, Yonzipur I/DD, Koramil 02/Gido Kodim 0213/Nias, para tukang, dan masyarakat setempat.

 

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan Jembatan Modular di Sungai Yo’o merupakan wujud nyata komitmen TNI melalui program Bakti TNI untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera selesai sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih aman, lancar, dan layak. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga sekaligus membuka peluang bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

 

Sejumlah material digunakan untuk mendukung pekerjaan pembangunan, di antaranya pasir, batu, papan, besi, dan kawat pengikat. Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat terus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan Jembatan Modular Sungai Yo’o. Nantinya, jembatan sepanjang 30 meter ini diharapkan tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga mempermudah akses warga menuju sekolah, layanan kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi, sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih aman dan lancar.