Cultural Night Meriahkan Puncak Peringatan 100 Tahun Jam Gadang

Bukittinggi72 Dilihat

Bukittinggi, BanuaMinang.co.id Malam puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi gelar “Sabudaya 100 Tahun Jam Gadang Cultural Night”. Kegiatan yang menampilkan beragam atraksi seni dan budaya ini, berlangsung di pelataran Jam Gadang, Sabtu, 20 Juni 2026 malam.

 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan 100 tahun Jam Gadang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sejarah dan penguatan jati diri Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan, pendidikan, budaya dan pariwisata. Ia menegaskan selama 100 Jam Gadang telah menjadi saksi perjalanan panjang Bukittinggi dalam berbagai fase sejarah serta menjadi simbol identitas dan memori kolektif masyarakat, termasuk peran penting dalam sejarah nasional seperti PDRI, perkembangan pendidikan dan kontribusi terhadap sejarah bahasa Indonesia.

 

Wako Ramlan, dalam orasi pada peringatan 100 tahun Jam Gadang menegaskan, kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya diperjuangkan, tetapi juga harus terus dipertahankan dari waktu ke waktu. Ia mengingatkan bahwa peristiwa 19 Desember 1948 di Bukittinggi merupakan amanah sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi bangsa hingga 100 tahun ke depan, sebagai bagian dari perjalanan mempertahankan Republik Indonesia.

 

Wako juga menyebutkan, Bukittinggi, Jakarta dan Yogyakarta memiliki keterkaitan penting dalam sejarah perjuangan bangsa, dengan Jam Gadang sebagai simbol perjalanan sejarah dan semangat perjuangan. Momentum 100 tahun Jam Gadang menjadi pengingat bagi pemimpin untuk terus bergerak dinamis dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa serta memperjuangkan pengakuan dan penguatan peran Bukittinggi dalam sejarah nasional.

 

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang berhasil menyelenggarakan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Bukittinggi dan Sumatera Barat memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa, mulai dari perannya sebagai pusat pemerintahan hingga berbagai peristiwa perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan Republik Indonesia.

 

(Diskominfo)