Bupati Yulianto Hadiri Tradisi Rayo Anam Lubuak Landua, Dorong Jadi Destinasi Wisata Religi Internasional

Pasaman barat107 Dilihat

Kecamatan Pasaman, BanuaMinang.co.id —  Tradisi Raya Enam (Rayo Anam) di Surau Buya Lubuak Landua, Nagari Lubuak Landua Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, berlangsung khidmat pada Sabtu (28/3). Tradisi tahunan yang identik dengan ziarah dan silaturahmi kepada ulama (manjalang buya) tersebut menjadi momentum penguatan nilai religius sekaligus potensi pengembangan wisata religi daerah.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama anggota DPRD Pasaman Barat, unsur Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, serta tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Yulianto menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi religius tersebut. Ia menilai, Rayo Anam tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata religi.

 

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Kita patut berbangga karena tradisi ini tetap terjaga. Ke depan, Lubuak Landua tidak hanya menjadi tujuan wisata lokal, tetapi perlu didorong menjadi destinasi wisata religi hingga tingkat internasional,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, upaya tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan potensi daerah.

 

“Dengan kebersamaan, cita-cita pembangunan daerah dapat terwujud. Mari kita berusaha dan berdoa agar Pasaman Barat semakin maju,” katanya.

 

Sementara itu, perwakilan keluarga Buya, Indra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati beserta rombongan. Ia menilai kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan kearifan lokal.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati dan rombongan. Kegiatan manjalang buya ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembersihan hati,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kedamaian dan keharmonisan di nagari.

 

“Apapun dinamika yang terjadi, mari diselesaikan dengan kepala dingin. Kita bersandar kepada Allah untuk menciptakan suasana yang damai dan tenteram,” imbuhnya.

 

Kegiatan ditutup dengan doa dan zikir bersama serta makan bajamba yang diikuti seluruh tamu undangan dan jamaah. Suasana khidmat menyelimuti lokasi, menegaskan Tradisi Rayo Anam sebagai sarana memperkuat nilai keagamaan sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.

(Diskominfo)

News Feed